Kembangkan Kapal Selam, PT PAL Dapat Suntikan Dana Rp 1,5 Triliun

Kompas.com - 17/09/2014, 08:36 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pelat merah yang bergerak di industri alutsista, PT PAL Indonesia mendapat dukungan pemerintah dalam proyek pembangunan kapal selam.

DPR dalam rapat bersama Kementerian BUMN Selasa (16/9/2014) malam, menyepakati adanya suntikan dana ke PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp 1,5 triliun, dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Komisi VI DPR RI dapat menerima usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam RAPBN tahun 2015 sesuai Surat Menteri BUMN nomor S-396/MBU/2014 kepada PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp 1,5 triliun dalam bentuk tunai untuk digunakan membiayai pembangunan fasilitas, peralatan, dan sumber daya manusia PT PAL Indonesia (Persero) dalam rangka pembuatan kapal selam," papar Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Airlangga Hartarto dalam kesimpulan hasil rapat semalam.

Airlangga mengatakan, keputusan Komisi VI DPR RI tersebut selanjutnya akan disampaikan ke Badan Anggaran DPR RI untuk dibahas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sebagai informasi, sesuai dengan Surat Menteri BUMN nomor S-396/MBU/2014 tanggal 7 Juli 2014 telah diusulkan tambahan dana PMN dalam RAPBN tahun 2015 sebesar Rp 2,5 triliun untuk penyiapan infrastruktur pembangunan Kapal Selam. Di dalam Nota Keuangan dan RAPBN tahun 2015 telah dialokasikan tambahan dana PMN kepada PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp 1,5 triliun.

Kekurangan kebutuhan dana penyiapan infrastruktur pembangunan kapal selam sebesar Rp 1 triliun akan diusulkan dalam RAPBN yang akan datang. Dalam dokumen usulan, Kementerian BUMN memaparkan, proyek kapal selam memiliki nilai strategis, yakni ketergantungan terhadap industri alutsista dari luar negeri dapat diminimalisasi.

Pembangunan dan perawatan kapal selam yang dilakukan di dalam negeri dapat menghemat devisa. "Dengan adanya pembangunan kapal selam di dalam negeri akan menyebabkan terjadinya multiplier effect terhadap pertumbuhan industri dan ekonomi nasional," tulis Kementerian BUMN dalam dokumen tersebut.

Dengan proyek kapal selam yang dibangun, PT PAL Indonesia (Persero) akan mengalami peningkatan dan pengembangan lini usaha di bidang, antara lain: kapal selam mini (offshore inspection vehicle), kemampuan teknologi pengelasan (HY80) untuk oilring construction (semi submersible), dan pembuatan pressure vessel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Bidik Nilai Investasi Pariwisata Tembus 8 Miliar Dollar AS

Sandiaga Bidik Nilai Investasi Pariwisata Tembus 8 Miliar Dollar AS

Whats New
Aset Kripto Bakal Diawasi OJK dan BI, Indodax: Kami Berharap Cepat Diputuskan

Aset Kripto Bakal Diawasi OJK dan BI, Indodax: Kami Berharap Cepat Diputuskan

Whats New
Sri Mulyani Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sangat Ambisius

Sri Mulyani Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sangat Ambisius

Whats New
Volume Transaksi QRIS Bank Mandiri Tembus Rp 2,6 Triliun hingga Oktober 2022

Volume Transaksi QRIS Bank Mandiri Tembus Rp 2,6 Triliun hingga Oktober 2022

Whats New
BI Bakal Gandeng 5 Negara ASEAN Permudah Sistem Pembayaran Antar Negara

BI Bakal Gandeng 5 Negara ASEAN Permudah Sistem Pembayaran Antar Negara

Whats New
Kisah Sukses Seduh Pertama, Bisnis Teh Artisan yang Mekar Saat Pandemi

Kisah Sukses Seduh Pertama, Bisnis Teh Artisan yang Mekar Saat Pandemi

Smartpreneur
Jokowi Sebut Banyak Negara Tergantung dengan Indonesia

Jokowi Sebut Banyak Negara Tergantung dengan Indonesia

Whats New
Gelar Temu Bisnis dengan BUMN, Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi TKDN

Gelar Temu Bisnis dengan BUMN, Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi TKDN

Whats New
Pengelola Cinema XXI Dikabarkan Akan Melantai di Bursa Efek Indonesia, Incar Dana Rp 17,05 Triliun

Pengelola Cinema XXI Dikabarkan Akan Melantai di Bursa Efek Indonesia, Incar Dana Rp 17,05 Triliun

Whats New
Cara Sunday Insurtech Bikin Premi Asuransi Kendaraan Listrik Tetap Kompetitif

Cara Sunday Insurtech Bikin Premi Asuransi Kendaraan Listrik Tetap Kompetitif

Whats New
Kunjungi Pabrik Kapal Korea, Menaker Bahas Peluang Kerja bagi WNI

Kunjungi Pabrik Kapal Korea, Menaker Bahas Peluang Kerja bagi WNI

Whats New
Kriteria Saham yang Masuk ke Papan Ekonomi Baru

Kriteria Saham yang Masuk ke Papan Ekonomi Baru

Whats New
Jokowi: Saya Tidak Ingin Sampaikan Hal yang Bikin Pesimis, Harus Optimis

Jokowi: Saya Tidak Ingin Sampaikan Hal yang Bikin Pesimis, Harus Optimis

Whats New
Ini Salah Satu Penyebab 'Startup' Lakukan PHK Massal

Ini Salah Satu Penyebab "Startup" Lakukan PHK Massal

Whats New
Pengembang Kepulauan Widi Sebut Tujuan Lelang Hanya untuk Cari Investor

Pengembang Kepulauan Widi Sebut Tujuan Lelang Hanya untuk Cari Investor

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.