Kompas.com - 17/09/2014, 14:41 WIB
Papan pengumuman bertuliskan stok solar bersubsidi habis dipasang di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Senin (25/8). Pembatasan penjualan solar bersubsidi bersubsidi mulai berdampak dengan kosongnya stok solar bersubsidi di sejumlah spbu di Jakarta dan sekitarnya. KOMPAS / IWAN SETIYAWANPapan pengumuman bertuliskan stok solar bersubsidi habis dipasang di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Senin (25/8). Pembatasan penjualan solar bersubsidi bersubsidi mulai berdampak dengan kosongnya stok solar bersubsidi di sejumlah spbu di Jakarta dan sekitarnya.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) A Tony Prasetiantono mengatakan, subsidi energi Indonesia merupakan sentimen di dalam negeri yang negatif bagi nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saking besarnya, subsidi ini dinilainya sudah membahayakan.

"Subsidi energi mengerikan. Dari tahun 2009 hingga 2014 subsidi energi meningkat. Tahun ini subsidi energi Rp 349,5 triliun dan tahun depan Rp 363 triliun," kata Tony saat memberi ceramah pada acara Investor Summit and Capital Market Expo, Rabu (17/9/2014).

Subsidi energi yang terlalu besar ini, lanjut Tony, dipandang investor tidak sustain dan membuat struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia buruk. Oleh karena itu, pola seperti ini harus diubah.

"Sebenarnya momentum baik bagi SBY untuk mengubah ini, tapi tampaknya dia punya kalkulasi lain. Kalau subsidi dipangkas, bisa membuat chaos (kekacauan). Padahal subsidi energi mencapai 19 sampai 20 persen terhadap APBN," ujar Tony.

Sebagai perumpamaan, Tony memaparkan venue Piala Dunia di Brasil terdapat 12 stadion baru maupun renovasi memakan ongkos 3,5 miliar dollar AS atau Rp 40 triliun. Dengan anggaran subsidi energi, Indonesia dapat membuat stadion hingga 10 kali dari yang ada di Brasil.

"Biaya penyelenggaraan Piala Dunia 13,5 miliar dollar AS, katakanlah dengan mark up, korupsi jadi 15 miliar dollar AS. Dengan subsidi energi Rp 350 triliun, kita bisa mengadakan 2 kali Piala Dunia," kata Tony, diikuti tawa hadirin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.