Kompas.com - 17/09/2014, 15:01 WIB
Mebel Jati Lawasan - Somad memoles mebel pesanan pelanggannya yang berbahan baku kayu jati bekas mebel lama yang direkondisi di bengkelnya di Cinangka, Sawangan, Depok. Mebel-mebel jati lama (lawasan) banyak dicari pembeli karena modelnya unik, kualitas kayunya bagus, dan harganya terjangkau. Perajin juga lebih memilih mebel lama untuk drekondisi karena pasokan kayu jati yang baru relatif sulit dan mahal. KOMPAS/IWAN SETIYAWANMebel Jati Lawasan - Somad memoles mebel pesanan pelanggannya yang berbahan baku kayu jati bekas mebel lama yang direkondisi di bengkelnya di Cinangka, Sawangan, Depok. Mebel-mebel jati lama (lawasan) banyak dicari pembeli karena modelnya unik, kualitas kayunya bagus, dan harganya terjangkau. Perajin juga lebih memilih mebel lama untuk drekondisi karena pasokan kayu jati yang baru relatif sulit dan mahal.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menargetkan setidaknya bisa menyuplai 5 persen produk mebel dunia. Target tersebut sudah dipatok dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

"Dari 1 persen menjadi 2 persen, atau senilai 8 miliar-10 miliar dollar AS per tahun. Kemudian dalam 10 tahun ke depan, Indonesia ditargetkan mampu menyuplai 5 persen dari pangsa pasar mebel dunia," ujar ujar Ketua Umum Asmindo Taufik Gani di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Dia mengatakan, industri mebel Indonesa baru menyuplai 1 persen dari porsi mebel dunia yang mencapai 440 miliar dollar AS. Produk kayu olahan itu menyumbang devisa dari 1,779 miliar dollar AS yang 40 persennya diekspor ke negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Eropa Timur.

Sementara di dalam negeri, industri kayu olahan Indonesia tersebut sudah mampu menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja. Atas dasar itulah maka industri mebel dan kerajinan termasuk salah satu dari 10 prioritas produk ekspor yang bisa diandalan untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Asmindo sendiri saat ini menaungi 2.000 perusahaan produsen mebel sebagai anggotanya. Dengan kerjasama dan dukungan pemerintah, Asmindo berharap agar target mesuplai 5 persen dari porsi pasar global bisa tercapai.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.