Pertamina: 24 Desember Premium Akan Habis

Kompas.com - 18/09/2014, 12:53 WIB
Ilustrasi: Pengendara motor melewati SPBU yang memasang tanda berisikan 'BBM bersubsidi habis' di Jakarta beberapa waktu lalu AFP PHOTO / BAY ISMOYOIlustrasi: Pengendara motor melewati SPBU yang memasang tanda berisikan 'BBM bersubsidi habis' di Jakarta beberapa waktu lalu
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan, potensi over kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun 2014 mencapai 1,62 juta kiloliter, lebih besar dibandingkan posisi tanggal 31 juli 2014 sebesar 1,39 juta kiloliter.

Vice President Distribution Fuel and Marketing, Pertamina, Suhartoko memaparkan, dari ketiga jenis BBM PSO (public sevice obligation), solar akan lebih cepat habis dibanding kerosine (minyak tanah), serta premium (bensin).

"Premium akan habis pada 24 Desember, kerosine akan habis pada 22 Desember, dan solar akan habis pada 6 Desember 2014," kata Suhartoko dalam rapat kerja dengan Komisi VII, DPR RI, di Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Berdasarkan perhitungan Pertamina, dengan melihat realisasi hingga 31 Agustus 2014, diperkirakan hingga 31 Desember 2014 premium akan melebihi kuota sebesar 521.367 kiloliter. Kuota premium sendiri dalam APBN Perubahan 2014 sebesar 29,29 juta kiloliter.

Sementara itu, realisasi hingga 31 Agustus 2014 sebesar 19,746 juta kiloliter. Lebih lanjut, Suhartoko menjelaskan, kerosine atau minyak tanah diprediksikan akan jebol 21.295 kiloliter.

Jebolnya kerosine disebabkan belum terealisasinya konversi dari minyak tanah ke elpiji 3 kilogram, sepanjang tahun ini. Kuota kerosine sendiri dalam APBN Perubahan 2014 sebesar 900.000 kiloliter. Sementara itu, realisasi hingga 31 Agustus 2014 sebesar 619.135 kiloliter.

"Solar diperhitungkan over kuota 1.077.879 kiloliter. Sehingga, total over kuota tahun ini 1.620.542 juta kiloliter," jelas Suhartoko.

Sebagai informasi, hingga 31 Agustus 2014 realisasi penyaluran solar sebesar 10,5 juta kiloliter. Dalam APBN Perubahan 2014, kuota solar dipatok 15,165 juta kiloliter.

Suhartoko mengakui over kuota solar lebih tinggi dibanding premium, lantaran kurang pengawasan.

baca juga: BPH Migas Usulkan Mobil Pribadi Dilarang "Minum" BBM BersubsidiDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.