Kompas.com - 19/09/2014, 11:47 WIB
SPBU di Otista, Jakarta Timur. Nadia ZahraSPBU di Otista, Jakarta Timur.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebaiknya dinaikkan secara bertahap.

"Bertahap sih bagusnya. Cuma, nanti beban psikologis pelaku bisnis akan lebih besar, berapa mereka akan menyesuaikan harga, kemudian menyesuaikan lagi," ungkap Suryamin ditemui seusai membuka seminar dalam rangka Hari Statistik Nasional, di Jakarta, Jumat (19/9/2014).

Menurut Suryamin, harus dihitung cermat, berapa bulan sekalikah harga BBM bersubsidi sebaiknya dinaikkan. Meskipun dilakukan secara bertahap, dia mengatakan bahwa hal itu tetap memerlukan pengendalian dari pelaku bisnis. Dengan demikian, inflasi tidak terlalu melonjak.

Suryamin mengatakan, secara historis, catatan BPS menunjukkan bahwa inflasi pada September-November dalam beberapa tahun terakhir tidaklah mengkhawatirkan. Sebab, kata Suryamin, periode ini sudah melewati masa inflasi tinggi akibat puasa, Lebaran, dan tahun ajaran baru.

Atas dasar itu, dia memastikan, jika harga BBM bersubsidi dinaikkan pada November 2014, belum tentu hal itu akan menambah inflasi 2 persen. "Belum tentu juga naik 2 persen jika BBM naik November," ujar dia.

Sayangnya, Suryamin enggan menjelaskan rekomendasi BPS mengenai kapan atau bulan apa yang sebaiknya dimanfaatkan oleh pemerintahan mendatang untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.