Ridwan Kamil Mimpikan Bandung Jadi Silicon Valley Indonesia

Kompas.com - 22/09/2014, 12:44 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan pernyataan saat acara rapat koordinasi nasional luar biasa Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014). Para bupati dan wali kota memberikan pernyataan sikap menolak rencana penerapan pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung karena akan menghilangkan keterlibatan masyarakat untuk mengetahui calon pemimpinnya. TRIBUNNEWS/HERUDINWali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan pernyataan saat acara rapat koordinasi nasional luar biasa Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014). Para bupati dan wali kota memberikan pernyataan sikap menolak rencana penerapan pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung karena akan menghilangkan keterlibatan masyarakat untuk mengetahui calon pemimpinnya.
|
EditorErlangga Djumena

NUSA DUA, KOMPAS.com - Sejak mulai menjabat sebagai Walikota Bandung, serangkaian perubahan telah dilakukan Ridwan Kamil untuk mempercantik dan mengembangkan Kota Kembang tersebut. Ridwan mengaku segala upayanya tersebut tak lepas dari tujuan menjadikan Bandung sebagai kota pintar alias smart city.

Ridwan mengaku, perubahan atas kota Bandung yang digagasnya dimulai dari hal-hal kecil namun memiliki makna besar. Ia mencontoh aturan Rebo Nyunda, yang mewajibkan para pegawai negeri sipil dan anak-anak sekolah memakai pakaian tradisional Sunda dan berkomunikasi dengan bahasa Sunda.

"Tujuannya tentu saja untuk melestarikan budaya Sunda. Lalu ada Kamis English supaya warga Bandung terbiasa berbicara bahasa Inggris. Apalagi tahun depan ada Masyarakat Ekonomi ASEAN, bagaimana warga Bandung bisa bersaing kalau tidak bisa bahasa Inggris?" kata Ridwan pada Asia Pacific Media Forum (APMF) 2014, Sabtu (20/9/2014).

Selain itu, Ridwan beberapa waktu lalu juga membuat Taman Film, dimana warga dapat menikmati film di ruang terbuka secara gratis. Taman Film ini memanfaatkan kolong jalan tol yang tidak berfungsi untuk dijadikan ruang publik yang menyenangkan.

Untuk menyediakan fasilitas internet bagi warga, Ridwan juga memasang 5.000 wifi di seluruh kota Bandung. Menurut dia, wifi tersebut sangat berguna, lantaran 60 persen warganya merupakan generasi muda dengan pendidikan yang cukup baik.

"Saya menggunakan teknologi digital untuk terhubung lebih dalam. Saya ingin membentuk Bandung sebagai smart city, kota pintar," ujar Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan juga memimpikan Bandung sebagai Silicon Valley-nya Indonesia. Ini karena ia melihat Bandung memiliki potensi warganya yang mampu mengembangkan teknologi informasi dan startup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya ingin menyiapkan lahan untuk membuat Bandung Techno City. Seperti misalnya di Putra Jaya, Malaysia sudah ada Cyber City. Saya ingin Bandung sebagai Silicon Valley-nya Indonesia," ungkap Ridwan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.