Kompas.com - 22/09/2014, 14:38 WIB
Calon pilot berlatih di dalam mesin simulator penerbangan milik Garuda Indonesia di Pusdiklat Garuda, Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (26/6/2014). Pelatihan keselamatan penerbangan bagi awak kabin semakin menjadi prioritas utama bagi maskapai penerbangan. TRIBUNNEWS / DANY PERMANACalon pilot berlatih di dalam mesin simulator penerbangan milik Garuda Indonesia di Pusdiklat Garuda, Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (26/6/2014). Pelatihan keselamatan penerbangan bagi awak kabin semakin menjadi prioritas utama bagi maskapai penerbangan.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui adanya selisih antara jumlah pesawat yang datang dan ketersediaan pilot lokal. Dampaknya, saat ini banyak maskapai penerbangan lokal mempekerjakan pilot-pilot asing.

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Santoso Edy Wibowo mengatakan, Kemenhub sudah berusaha memenuhi kebutuhan mengenai pilot. Namun, menurut dia, mencetak pilot tidak semudah membuat mobil yang bisa jadi dalam waktu yang lebih singkat.

"Satu pesawat itu kita butuh sepuluh orang, sekarang kita kejar. Kan mencetak pilot itu kan gak seperti mencetak mobil. Minimal 1,5 tahun," ujar Santoso di kantornya di Jakarta, Senin (22/9/2014).

Santoso mengatakan, mencetak tenaga pilot sangat penting karena industri penerbangan nasional saat ini terus berkembang. Bahkan, dalam tahun-tahun ke depan, beberapa maskapai akan kedatangan banyak pesawat baru yang sudah dipesan jauh-jauh hari.

Dia menyebutkan, Kemenhub sudah berusaha mencetak pilot-pilot baru ataupun mengembangkan pilot lama melalui beberapa sekolah pilot yang dikelola Kemenhub langsung ataupun tidak langsung.

"Kan kita punya sekolah di Curug, dan kita juga sudah mengembangkan juga di Banyuwangi. Di samping itu juga, sekolah swasta ada 20-an, kita bina juga," kata dia.

Pengembangan sekolah pilot tersebut, kata Santoso, sudah masuk ke dalam anggaran di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub. Menurut dia, anggaran untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor perhubungan darat, laut, dan udara mencapai Rp 3 triliun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.