Subsidi BBM Rawan Jebol, Pemerintah Sesumbar Masih Punya Uang

Kompas.com - 23/09/2014, 14:13 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
- Pemerintah mengklaim memiliki anggaran untuk menutupi potensi over kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang disebutkan PT Pertamina (Persero) sebesar 1,62 juta kiloliter.

Menteri Keuangan Chatib Basri menegaskan, pemerintah enggan menambah subsidi BBM bukan lantaran tidak memiliki anggaran. "Bukan persoalan uang. Enggak besar kok (untuk nutup over kuota). Paling kalau 1,62 juta kiloliter itu Rp 4 triliun," kata Chatib ditemui usai sidang Banggar DPR, Jakarta, Senin (22/9/2014).

Chatib mengungkapkan, alasan pemerintah tidak punya anggaran untuk membayar subsidi BBM, tidaklah benar. Sebab, pemerintah masih bisa membayar Pertamina meskipun terjadi depresiasi kurs dari Rp 11.700 per dollar AS, menjadi Rp 11.900 per dollar AS. Padahal tiap penurunan Rp 100 per dollar AS, pemerintah butuh menambah pengeluaran Rp 2,6 triliun.

"Jadi saya tegaskan, isunya bukan soal uang. Kuota BBM tidak bisa ditambah bukan karena uangnya enggak ada, tapi di dalam UU APBN pasal 14 disebut volumenya dikunci 46 juta kiloliter. Jadi, walaupun uangnya ada, enggak boleh BBM bersubsidi jadi 46,001 juta kiloliter," tandas dia.

Sebelumnya, Pertamina memperhitungkan ada potensi over kuota untuk ketiga jenis BBM bersubsidi, totalnya 1,62 juta kiloliter. Dengan kuota 46 juta kiloliter, Premium diperhitungkan akan habis pada 24 Desember 2014, kerosine atau minyak tanah akan habis pada 22 Desember 2014, sedangkan solar akan habis lebih awal, yakni pada 6 Desember 2014.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.