Lutfi Minta Bulog Lakukan Intervensi Pasar

Kompas.com - 02/10/2014, 19:00 WIB
Ilustrasi beras di gudang Bulog KOMPAS / HENDRA A SETYAWANIlustrasi beras di gudang Bulog
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi menilai Perum Bulog sebaiknya segera lakukan intervensi pasar. Hal ini berbeda dengan pendapatn Menko Perekonomian Chairul Tanjung, yang menilai belum saatnya ada operasi pasar.

“Saya sudah perintahkan Pak Tarto (Dirut Bulog Sutarto Alimoeso) bukan hanya untuk melakukan impor, tapi juga saya perintahkan untuk mengintervensi di pasar-pasar yang mulai tinggi (harga berasnya),” kata dia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Menurut Lutfi, kenaikan harga beras Rp 100 per kilogram saja sudah akan menyumbang inflasi lumayan tinggi dan menjadi permasalahan. Apalagi, temuan Kementerian Perdagangan, harga beras sudah naik cukup tinggi di sejumlah pasar-pasar di daerah seperti di Padang, Sumatera Barat, dan Kupang.

“Pokoknya kita mesti jaga. Begitu harga naik Rp 100 perak, langsung inflatornya, menjadi permasalahan,” ujar dia.

Namun Lutfi enggan menyebutkan berapa kenaikan harga yang menjadi dasar pertimbangan Perum Bulog melakukan intervensi pasar. Sebab, menurut dia, hal tersebut justeru akan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk menahan pasokan. “Apalagi ini seharusnya sudah masuk musim tanam, tapi masih musim kering,” tukas Lutfi.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja melaporkan inflasi September 2014 cukup rendah 0,27 persen. Meski demikian, komoditas beras kembali menjadi faktor penyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,02 persen. Menurut Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, kenaikan harga beras lebih disebabkan karena spekulasi pasar.

“Sebetulnya karena ekspektasi. Pasar, melihat ARAM 1 BPS, berekspektasi produksi menurun, sehingga mereka mempertahankan harga tinggi. Kecuali dalam beberapa bulan ke depan ada lompatan perbaikan peningkatan produksi entah bagaimana caranya,” kata Sasmito, Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Sasmito mengatakan, jika kondisi ini tidak segera diantisipasi, maka bulan Oktober ini beras diperkirakan akan menyumbang inflasi lebih besar. Sumbangan beras dalam inflasi September ini sebesar 0,02 persen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.