Kompas.com - 08/10/2014, 16:22 WIB
Proses pengambilan sumpah Ketua dan Wakil Ketua MPR-RI periode jabatan 2014-2019 di Gedung Nusantara, MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu (8/10/2014). Zulkifli Hasan (PAN) terpilih sebagai Ketua MPR. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESProses pengambilan sumpah Ketua dan Wakil Ketua MPR-RI periode jabatan 2014-2019 di Gedung Nusantara, MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu (8/10/2014). Zulkifli Hasan (PAN) terpilih sebagai Ketua MPR.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 74,32 poin atau 1,48 persen pada 4.958,52, pada perdagangan Rabu (8/10/2014). Investor "galau" akan kondisi politik dalam negeri, seiring dikuasainya pimpinan DPR dan MPR oleh Koalisi Merah Putih (KMP) sehingga dikhawatirkan bisa mengganjal berbagai kebijakan presiden terpilih Joko Widodo.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks tenggelam di zona merah, tanpa mencicipi zona merah sedikit pun. Tercatat 222 saham turun, 70 saham naik, dan 66 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 5,18 triliun dengan volume 5,22 miliar lot saham.

Saham-saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya, United Tractors (UNTR) merosot 5,01 persen, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terkoreksi 3,58 persen, Indocement Tunggal Perkasa (INTP) melemah 3,22 persen, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 3,21 persen.

Sementara saham-saham yang masih bertahan di zona hijau, antara lain, Lautan Luas (LTLS) naik 5,18 persen, Inovisi Infracom (INVS) menguat 2,14 persen, J Resources Asia Pasifik (PSAB) bertambah 2,36 persen, dan Adaro Energy (ADRO) meningkat 1,32 persen.

Presiden terpilih Jokowi menyebutkan, anjloknya IHSG merupakan sinyal negatif yang ditangkap pasar terhadap dikuasainya pimpinan DPR dan MPR oleh koalisi pendukung Prabowo Subianto. "Memang saya sampaikan yang ditangkap pasar, direspon, itu negatif," kata dia ditemui usai blusukan di Trade Expo Indonesia ke-29, Jakarta, hari ini.

Sementara ekonom dan akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Poppy Ismalina, menilai kemenangan KMP menjadi pimpinan MPR memang membuat investor khawatir. "Saya sangat meyakini ini makin menambah kegalauan investor akan bargaining poin Jokowi di mata legislatif maupun MPR," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.