Bappenas: Kerugian Bencana di Indonesia Capai Rp 162 Triliun

Kompas.com - 09/10/2014, 19:31 WIB
Warga dan tim SAR mengamati abu vulkanik yang meninggi keluar dari Gunung Kelud yang terlihat dari jarak lima kilometer di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat (14/2/2014). Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Kelud yang meletus pada Kamis lalu sekitar pukul 22.30 WIB bersamaan keluarnya tremor tersebut, mengalami 442 kali gempa vulkanik dangkal. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ SURYA / AHMAD ZAIMUL HAQWarga dan tim SAR mengamati abu vulkanik yang meninggi keluar dari Gunung Kelud yang terlihat dari jarak lima kilometer di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat (14/2/2014). Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Kelud yang meletus pada Kamis lalu sekitar pukul 22.30 WIB bersamaan keluarnya tremor tersebut, mengalami 442 kali gempa vulkanik dangkal. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
|
EditorErlangga Djumena

BENGKULU, KOMPAS.com - Urban Planning and Disaster Management Bappenas, Togu Pardede mengungkapkan sepanjang 10 tahun terakhir kerugian diderita Indonesia akibat bencana alam mencapai Rp 162 triliun. Jumlah tersebut sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan data yang dimiliki United National Development Project (UNDP) sebesar Rp 400 triliun.

Hal ini disampaikan Pardede dalam Konfrensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Bengkulu, Kamis (9/10/2014). "Pedoman pembangunan daerah berfokus pada penanggulangan risiko bencana, ada 38 kabupaten/kota di Indonesia masuk dalam kawasan bencana dimana kerugian akibat bencana dalam 10 tahun terakhir mencapai Rp 162 triliun, sementara versi UNDP mencapai Rp 400 triliun," kata Togu Pardede.

Untuk itu ujar dia, langkah pembangunan jangka panjang Indonesia hingga 2025 semua berbasis pada Penanggulangan Risiko Bencana (PRB). Selain menjelaskan hal tersebut, Pardede juga katakan dari 79.000 desa di Indonesia 45 persen berada dalam kawasan bencana termasuk Bengkulu.

Sementara itu di Bengkulu sendiri terdapat 196 titik rawan tsunami di daerah itu yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu, Kolendri menyebut, 10 kabupaten/kota itu tidak saja meliputi rawan tsunami namun juga rentan gempa bumi, gunung meletus dan bencana lainnya.

Pola pemberian mata pelajaran pengurangan risiko bencana di setiap jenjang sekolah secara terintegrasi akan diberlakukan juga di daerah itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.