Selama 14 Tahun Rasio Pajak Indonesia Tidak Pernah Naik

Kompas.com - 10/10/2014, 10:13 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama 14 tahun terakhir rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tidak beranjak dari kisaran 12 persen. Kondisi ini disayangkan oleh Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Bambang Sudibyo. Sebab, penerimaan pajak diharapkan bisa memperlebar ruang fiskal pemerintahan baru untuk menjalankan program dan kebijakannya.

"Dari sisi eksternal, ruang fiskal pemerintah baru rendah, karena rasio pajak hanya 11-12 persen. Dulu saja saya menjadi Menkeu, 12 persen. Selama 14 tahun rasio pajak tidak pernah naik," kata Bambang, dalam Indonesia Knowledge Forum 2014, di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Bambang menuturkan, stabilitas ekonomi Indonesia pada 2014-2015 akan berat. Probabilitas koreksi pertumbuhan ekonomi 0,75 persen yang disebut Dana Moneter Internasional (IMF) menurut dia, sangat masuk akal.

Ia mengatakan, keseimbangan eksternal dan internal Indonesia sangat rentan. Dari sisi eksternal adalah ruang fiskal yang rendah tadi, imbas rasio pajak yang jongkok. Sementara dari sisi internal, Bambang menyebutkan, Indonesia masih mengalami kerentanan dalam neraca perdagangan, neraca transaksi berjalan, serta neraca pembayaran.

"Kurs rupiah juga melemah dengan volatilitas tinggi. Sementara utang luar negei membengkak dengan kecepatan yang mengkhawatirkan," jelas Bambang.

Di satu sisi, belanja subsidi masih sangat besar. Sementara kebijakan moneter ketat yang diterapkan sejak 2013 dinilai akibat tersandera oleh kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat.

Ditambah lagi, tekanan politik domestik menyebabkan perusahaan menunda investasi dan keputusan strategis lainnya.

Dengan memperhatikan keseimbangan eksternal dan internal tersebut, barangkali kata dia, prediksi IMF tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3 persen untuk 2014 ada benarnya. Bahkan, koreksi ke bawah 0,75 pesen bisa juga benar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.