Ini Cara Dongkrak Rasio Pajak Sampai 17 Persen ala Bambang Sudibyo

Kompas.com - 10/10/2014, 11:03 WIB
Bambang Sudibyo KOMPAS/PRIYOMBODO Bambang Sudibyo
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Keuangan RI Bambang Sudibyo, menyayangkan, rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang selama 14 tahun terakhir tak beranjak dari kisaran 12 persen. Menurut Bambang, pemerintah baru dapat mendongkrak penerimaan pajak sampai 17 persen dengan berbagai langkah.

"Diantaranya adalah Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) itu dijadikan satu badan di bawah Presiden langsung, tidak di bawah Menteri Keuangan," kata dia dalam Indonesia Knowledge Forum, di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Bambang menjelaskan, badan tersebut nantinya hanya memiliki kewenangan terbatas, sebagai pemungut pajak, dan bukan yang membuat aturan pajak. "Kalau yang memungut diberi kewenangan membuat aturan pajak, kemungkinan mereka membuat lubang-lubang," jelas Bambang.

Selain membuat badan penerimaan negara, Bambang juga menyebut penerimaan pajak harus bergeser, dari ketergantungan terhadap PPh menjadi ke PPn atau pajak pertambahan nilai.

Menurut Bambang, Pajak Pertambahan Nilai dikembalikan saja pada pajak penjualan. Indonesia kata dia, terlalu terburu-buru menerapkan value added tax, sementara negara dimana rasio pajaknya tinggi seperti Amerika Serikat dan Singapura saja masih menggunakan sales tax. 

"Padahal value added tax itu bisa berjalan jika hukum berjalan baik, seperti contohnya di Perancis. Di Indonesia, hukumnya amburadul kok menerapkan value added tax," tandas Bambang.

Dengan cara-cara tersebut, Bambang optimistis rasio penerimaan pajak Indonesia bisa di rentang 16-17 persen terhadap PDB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.