Kompas.com - 27/10/2014, 06:30 WIB
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri ekonomi "Kabinet Kerja" Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla diminta bekerja keras menyelesaikan masalah-masalah ekonomi agar pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas tujuh persen selama lima tahun mendatang dapat dicapai.

"Pertumbuhan ekonomi harus tinggi agar persoalan ekonomi khususnya pengangguran dan kemiskinan dapat teratasi. Kalau kurang dari itu maka ekonomi nasional sulit bersaing dengan negara lain," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi di Jakarta, Minggu (26/10/2014).

Menurut Sofjan, salah satu pekerjaan besar tersebut adalah bagaimana tim ekonomi mampu secara bersama-sama mengurangi ekonomi biaya tinggi.

"High cost economy menjadi faktor penyebab pertumbuhan ekonomi bergerak pada kisaran rendah. Ini menjadi PR bersama para menteri ekonomi. Menteri-menteri ekonomi jangan berpikir asal jalan, tapi harus ada target pencapaian masing-masing," kata Sofjan.

Untuk itu, tambahnya, menyelesaikan pembangunan infrastruktur menjadi hal yang mutlak dituntaskan.

Dengan begitu, investasi yang mendatangkan devisa lebih besar dapat terwujud karena ada jaminan kegiatan produksi dan pelayanan bisnis berlangsung dengan baik.

"Infrastruktur kunci keberhasilan industri dan perdagangan suatu negara. Singapura, Hongkong contoh negara yang memiliki infrastruktur bagus, tidak hanya fisik tapi didukung kebijakan-kebijakan yang pro pertumbuhan," ujarnya.

Pemilik kelompok usaha Gemala Group ini juga menyebutkan pentingnya para menteri ekonomi untuk saling koordinasi menjaga iklim usaha yang kondusif.

"Antarmenteri harus komunikatif, sehingga kebijakan masing-masing sinkron, tidak saling berseberangan," tegasnya.

Pada Minggu sore, Presiden Jokowi mengumumkan susunan menteri ekonomi yang dikomandoi Menko Perekonomian Sofyan Djalil.

Menteri-menteri ekonomi lainnya ditetapkan seperti Menteri Keuangan Bambang Sumantri Brodjonegoro, Menteri Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Selanjutnya Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Koperasi dan UMKM AA Ngurah Puspayoga, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.