Proyeksi, Pasar Tangkap Kesan "No Free Lunch" di Kabinet Kerja

Kompas.com - 27/10/2014, 07:11 WIB
Ilustrasi indeks PRIYOMBODOIlustrasi indeks
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan sedikit menguat pada perdagangan Senin (27/10/2014) menyusul pengumuman susunan Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Minggu (26/10/2014) petang. Namun, ada figur dalam kabinet yang dinilai membuat pasar tak akan begitu bersemangat merespons.

Setelah aksi beli, IHSG diproyeksikan sedikit turun pada akhir sesi pertama pada siang hari, dan ditutup menguat pada sesi kedua. IHSG diprediksikan berada di level 5.090, menguat dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada Jumat (24/10/2014) yang mencatatkan level 5.073,06.

“Perdagangan Senin ada potensi positif karena akhirnya diumumkan juga kabinetnya sehingga tidak perlu berlarut-larut tarik-ulur lagi. Pasar sudah lega. Ada potensi positif, namun tidak besar. Kalau global melemah, agak susah,” kata Lana Soelistianingsih, ekonom Samuel Asset Management, kepada Kompas.com, Minggu malam.

Pada sisi lain, rupiah diperkirakan masih belum akan menguat sekalipun kabinet sudah diumumkan. Antisipasi atas kebijakan The Fed membuat dollar AS menguat. Perbaikan nilai tukar mata uang Garuda kemungkinan bakal menunggu realisasi kenaikan harga bahan bakar minyak.

Adapun susunan kabinet secara umum, kata Lana, dapat diterima pasar. Nama-nama seperti Bambang Brodjonegoro, Rachmat Gobel, pun Rini Mariani Soemarno sudah cukup dikenal pasar.

"Kejutan" bernama Puan

Akan tetapi, Lana melihat, pasar sedikit “terganggu” dengan adanya nama Puan Maharani yang bahkan menempati pos Kementerian Koordinator. “Mbok ya di fraksi saja. Ini kan seperti diada-adain”.

Kehadiran Puan di kabinet, kata Lana, mau tak mau membuat orang berpikir tentang akomodasi kepentingan partai. "Kan sebetulnya (Puan) bisa jagain dari DPR. Saya kira tidak akan terlalu direspons pasar juga, paling cuma ketawa-ketawa aja,” ujar dia.

Lana mengaku cukup terkejut dengan masuknya nama Puan Maharani, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam susunan Kabinet Kerja. Meski pos kementerian yang diduduki Puan tidak berkaitan langsung dengan pasar, tetapi hal ini mengindikasikan bahwa keputusan Presiden Joko Widodo tidak 100 persen bebas kepentingan politik.

Hal yang sama juga dapat dilihat pada pos Kementerian Tenaga Kerja yang diduduki kembali oleh politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Joko Widodo menunjuk Hanif Dhakiri, menggantikan posisi Muhamin Iskandar (PKB).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.