Kisah Susi Pudjiastuti Membesarkan Bisnisnya

Kompas.com - 27/10/2014, 11:20 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com - Salah satu menteri yang cukup menyedot perhatian adalah Susi Pudjiastuti. Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla ini ramai dibicarakan di media sosial. Mulai dari gayanya hingga masalah tatoo-nya. Harian KONTAN pernah menuliskan kisah Susi Pudjiastuti ini. Ternyata, perempuan yang tidak berpendidikan tinggi ini adalah seorang yang luar biasa. Berikut kisahnya:

Pendidikan bukan satu-satunya tiket untuk menggapai sukses dalam hidup. susi pudjiastuti telah membuktikannya. Meski hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia berhasil membangun bisnis perikanan dan penerbangan dengan omzet ratusan miliar per tahun.

Ulet dan tekun dalam mengembangkan usaha menjadi kunci sukses susi pudjiastuti mengembangkan bisnis perikanan dan penerbangan. Ia mengawali bisnis pada 1983 dengan menjadi pedagang pengumpul (pengepul) ikan bermodal pas-pasan di Pangandaran, Jawa Barat. Tahun 2005, ia mulai merambah bisnis penerbangan.

Susi pudjiastuti mendirikan Susi Air seorang diri dari nol. Saat itu ia sudah menikah dengan seorang pilot pesawat carteran asal Jerman bernama Christian von Strombeck. Ceritanya, setelah menikah dengan pilot asal Jerman itu, susi berangan-angan mengangkut ikannya menggunakan pesawat. Keinginan itu timbul karena transportasi darat memakan waktu lama dan membuat ikan-ikannya mati begitu tiba di Jakarta. Selain risiko kematian, harga ikan juga jatuh.

Tetapi dengan pesawat, Susi cuma membutuhkan waktu satu jam, dari Pangandaran sampai ke Jakarta, sehingga harga ikan pasti tinggi karena lebih segar. Ketika itu, Strombeck mendukung keinginan isterinya itu.

Walau kini sudah berpisah, banyak orang mengaitkan kemajuan susi Air dengan kehadiran Strombeck. Namun susi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki share ownership dengan mantan pasangannya tersebut. "Karena ada orang kita yang enggak appreciate bangsa sendiri," keluh Susi.

Dari hasil pernikahannya dengan Strombeck, Susi dikaruniai tiga orang anak. Di pertengahan tahun antara bulan Mei hingga bulan September, ia rutin mengambil liburan panjang untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya tersebut.

Maklum, kedua anaknya kini tinggal di Amerika Serikat sehingga tak mungkin bertemu setiap saat. "Itulah kesempatan bagi saya untuk bertemu dan melepas rindu bersama mereka," katanya. Meskipun memiliki tiga orang anak, Susi tidak berencana mewariskan bisnisnya kepada anak-anaknya itu.

Untuk meneruskan kelanjutan usahanya, ia sudah membentuk sebuah yayasan sejak tahun 1998. Yayasan ini yang nantinya mengambil alih bisnis ketika dirinya meninggal. "Karena saya menyadari bahwa bisnis ini kan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, juga tujuan lainnya untuk kepentingan rakyat kecil seperti nelayan," tutur Susi. (Havid Vebri)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
Luhut: 'Travel Bubble' Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Luhut: "Travel Bubble" Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Whats New
BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

Whats New
Ini Target Produksi Komoditas Utama Pertanian Selama 2022

Ini Target Produksi Komoditas Utama Pertanian Selama 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.