Pemerintah Sederhanakan Izin untuk Percepat Pembangunan Tol Laut

Kompas.com - 28/10/2014, 14:35 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengupayakan untuk segera mewujudkan program pembangunan tol laut dari Sabang hingga Merauke. Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo menyampaikan bahwa pihaknya kini fokus pada penyederhanaan izin terkait dengan investasi.

Penyederhanaan izin ini perlu dilakukan agar investor tol laut bisa segera masuk. "Kalau perijinan sederhana, investor tertarik tol laut bisa segera diwujudkan," kata Indroyono di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (28/10/2014) seusai rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Mengenai teknis pembangunan tol laut segera dibahas lebih jauh dengan kementerian teknis. Sore nanti, kata Indroyono, Kemenko Kemaritiman akan menggelar rapat koordinasi terkait hal ini. Rapat koordinasi sore nanti akan melibatkan Kementerian Koordinator Perekonomian.

Sebelumnya, Indroyono mengaku tertantang dengan visi kemaritiman pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla. Pembangunan tol laut, menurut dia, menjadi salah satu tantangan bagi Kementerian Perhubungan yang berada di bawah koordinasi Indroyono selaku Menteri Koordinator Maritim.

Menurut dia, untuk merealisasikan program pembangunan tol laut tak hanya dengan memperbaiki kualitas serta kuantitas pelabuhan yang ada saat ini, tetapi juga mengatur manajemen transportasi itu sendiri. Selain itu, harus ada jaminan keamanan transportasi laut dengan bekerja sama dengan berbagai pihak.

Dengan disahkannya UU Kelautan oleh DPR beberapa waktu lalu, menurut dia, Indonesia telah memiliki empat aturan yang mampu menjamin keselamatan transportasi di laut. Tiga UU lainnya yakni UU Pelayaran, UU Perikanan, UU Kelautan dan UU Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Sebelumnya, perusahaan asal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding & Marine Enginering (DSME) berencana berinvestasi dalam pembangunan tol laut. Mereka telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak Jokowi belum dilantik sebagai presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.