Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Rp 5 Triliun Disiapkan untuk Tiga Kartu "Sakti"

Kompas.com - 30/10/2014, 14:02 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah hingga saat ini belum menentukan waktu pasti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Meski demikian, pemerintah tampaknya sudah mulai bersiap memberikan sejumlah perlindungan sosial sebagai dampak dari kebijakan kenaikan subsidi.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan, pemerintah akan mengeluarkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Dana perlindungan sosial senilai Rp 5 Triliun yang ada di APBN-P 2014 pun akan digunakan untuk program tiga "kartu sakti" Presiden Joko Widodo itu.

"Subsidi saat ini salah sasaran, koreksi kebijakan akan dilaksanakan paling lambat akhir tahun. Maka, sasaran lebih tepat akan dilakukan dengan memakai kartu sehat, kartu pintar dan kartu keluarga sejahtera," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil usai melakukan rapat dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Kamis (30/10/2014).

Menurut Sofyan, ketiga kartu itu akan bermanfaat seperti e-money yang diperkenalkan Jokowi ke pengungsi Gunung Sinabung kemarin. Di kartu-kartu itu, sebut Sofyan, akan ada sebuah cip sehingga masyarakat bisa memeriksa saldo bantuan yang diberikan pemerintah.

"Dengan cip telepon kita bisa pergi outlet-outlet untuk bisa langsung ambil uangnya. Jumlahnya berapa, masih menunggu exercise," kata dia.

Saat ini, Sofyan mengaku anggaran untuk ketiga kartu sakti itu telah disiapkan sebesar Rp 5 triliun yang diambil dari pos perlindungan sosial APBN-P 2014. Jumlah itu akan dibagikan untuk 15 juta keluarga miskin dan mendekati miskin.

Di sisi lain, Sofyan menuturkan, Kementerian Perdagangan akan melakukan kebijakan untuk mengurai kenaikan harga yang berlebihan.

Diluncurkan 7 November

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menuturkan sekitar 1 juta kartu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera akan dibagikan dalam tahap pertama.

Puan menjanjikan 1 juta kartu tersebut bisa dibagikan pada pekan pertama November hingga Desember. Puan mengaku telah melaporkan persiapan peluncuran kartu tersebut kepada Wapres Jusuf Kalla.

Menurut Puan, kartu ini akan diluncurkan pada 7 November dan diberkan kepada keluarga pra sejahtera yang belum mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan masyarakat.

Politisi PDI-Perjuangan ini juga menyampaikan bahwa program Kartu Indonesia Sehat, Pintar, dan Keluarga Sejahtera tidak akan tumpang tindih dengan program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diluncurkan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Program Kartu Indonesia Sehat ini, menurut Puan, justru akan melengkapi JKN.

baca juga: Fadli Zon: Rencana Menaikkan Harga BBM Tidak Logis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.