Kompas.com - 05/11/2014, 15:05 WIB
Ilustrasi KONTAN/CAROLUS AGUS WALUYOIlustrasi
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com -
Sejak Juli 2014, sebanyak 45 perusahaan telah ditetapkan sebagai  peserta pilot project aplikasi terbaru  Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disebut e-faktur.  Bulan Juli 2015 direncanakan program ini akan diberlakukan untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) seluruh Jawa dan Bali.  Dan berlaku untuk seluruh PKP di seluruh Indonesia pada bulan Juli 2016.

Aplikasi apa ini? E-faktur atau faktur pajak yang berbentuk elektronik merupakan faktur pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh DJP.  Aplikasi ini telah dipersiapkan sejak tahun 2011.

Yang mendasari DJP membuat aplikasi ini adalah karena memperhatikan masih terdapat penyalahgunaan faktur pajak, diantaranya wajib pajak non PKP yang menerbitkan faktur pajak padahal tidak berhak menerbitkan faktur pajak, faktur pajak yang terlambat diterbitkan, faktur pajak fiktif, atau faktur pajak ganda.  Juga karena beban administrasi yang begitu besar bagi pihak DJP.

Lalu manfaat apa yang diperoleh dari pelaksanaan aplikasi e-faktur ini?  Bagi PKP; adanya kenyamanan. Nyaman karena tidak lagi membutuhkan tanda tangan basah, tidak ada kewajiban untuk print out faktur pajak, dan aplikasi ini merupakan satu kesatuan dengan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) yang selama ini dilaporkan melalui e-SPT. 

Adapun bagi DJP, manfaat dari aplikasi e-faktur adalah makin mudahnya pengawasan dengan adanya proses validasi Pajak Keluaran-Pajak Masukan (PK-PM) dan adanya data lengkap dari setiap faktur pajak.  Selain itu juga mempermudah pelayanan karena akan mempercepat proses pemeriksaan, pelaporan, dan pemberian nomor seri faktur pajak.

Aplikasi e-faktur ini hanya bisa digunakan oleh wajib pajak dengan kategori PKP yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.  Aplikasi ini telah ditentukan dan disediakan oleh DJP dan telah disertai dengan cara penggunaan manualnya. 

Transaksi yang dapat menggunakan faktur pajak elektronik ini adalah transaksi yang dibuat untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP).  Kapan faktur pajak elektronik ini dibuat?  E-faktur dibuat pada saat penyerahan BKP dan/atau JKP atau saat pembayaran atau saat penerimaan termin atau saat lain yang ditentukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faktur pajak elektronik ini menggunakan tanda tangan digital (digital signature) berbentuk QR code.

Berikut perbedaan faktur pajak kertas dengan faktur pajak elektronik?
1.    Dalam hal format; faktur pajak kertas tidak ditentukan formatnya sedangkan e-faktur telah ditentukan dan disediakan format dan aplikasinya oleh DJP.
2.    Dalam hal tanda tangan; faktur pajak kertas harus mencantumkan tanda tangan basah, sedangkan e-faktur menggunkana tanda tangan elektronik/ digital signature berbentuk QR Code.
3.    Dalam hal bentuk dan jumlah faktur pajak; faktur pajak kertas berbentuk lembaran kertas di mana jumlah lembarnya diatur, sedangkan e-faktur tidak wajib dicetak.
4.    Dalam hal PKP pembuat faktur pajak; faktur pajak kertas dibuat oleh seluruh PKP terdaftar, sedangkan e-faktur dibuat hanya oleh PKP yang telah ditetapkan oleh DJP.
5.    Dalam hal Jenis transaksi; faktur pajak kertas digunakan pada seluruh jenis transaksi, sedangkan e-faktur hanya digunakan pada transaksi penyerahan BKP dan/atau JKP saja.
6.    Dalam hal prosedur pelaporan/unggah dan persetujuan DJP; faktur pajak kertas tidak memerlukan persetujuan DJP, sedangkan e-faktur diunggah untuk mendapatkan persetujuan dari DJP terlebih dahulu.
7.    Dalam hal pelaporan SPT Pajak Pertambahan Nilai (PPN); SPT Masa PPN dilaporkan dengan aplikasi tersendiri, sedangkan e-faktur menggunakan aplikasi yang sama dengan aplikasi pembuatan e-faktur. (Florentina,pegawai ditjen pajak)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

Whats New
Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Whats New
Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Rilis
Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Whats New
Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Whats New
Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Whats New
Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Whats New
UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Whats New
Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Whats New
Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Whats New
Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya terhadap Pasar Modal?

Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya terhadap Pasar Modal?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.