Kompas.com - 08/11/2014, 16:13 WIB
Menteri Perdagangan berdialog dengan pedagang saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (1/1/2014) dini hari. Bersamanya juga ada Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Puspayoga . Kompas.com/Yoga SukmanaMenteri Perdagangan berdialog dengan pedagang saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (1/1/2014) dini hari. Bersamanya juga ada Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Puspayoga .
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Rahmat Gobel pada Kamis (6/11/2014) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang di Jalan Pisangan Lama Selatan, Jakarta Timur.

Dalam sidak itu, Rahmat bertemu dengan beberapa pedagang dan menanyakan kualitas dan kuantitas beras di pasat tersebut. Lantas, apa komentar pedagang usai sidak itu? Harsono Rusli atau lebih dikenal Koh Ayong, pemilik toko beras 'Sinar Jaya' mengaku ditanya cukup banyak oleh menteri.

Pertanyaan yang diajukan menteri itu, kata dia, sembari melihat sampel beras yang dijualannya. "Pak menteri tanya, beras gimana banyak enggak. Saya tunjukkin berasnya aja," kata Koh Ayong saat ditemui Kompas.com, Jumat (7/11/2014).

Menurut dia, tak banyak pertanyaan diajukan Rahmat kepada dirinya. Mendag pun, tambah dia, hanya melihat beras-beras yang dijual di pasar itu. Mendag juga memantau aktivitas para pekerja di pasar itu. Kondisi pasar kerap dilihat dengan pantauan kasat matanya.

"Kalau soal bangunan dan lainnya cuma sekilas doang yang pasti di pasar sini kuat bagus gagah. Ini tiangnya tebel," kata dia.

Mengambil sela-sela kesempatan sidak Rahmat Kamis pagi itu, Koh Ayong mengaku meminta operasi pasar sebelum harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Koh Ayong menyatakan, permintaan ini dikatakannya sebagai perwakilan pedagang pasar induk beras Cipinang.

"Jadinya pas ada kenaikan kita enggak bikin kaget pembeli juga, itu kan macam ada stok barang murah dijual. Tanggapannya pak menteri bilang mau usahakan karena dia mau cek, bohong enggak kita ini," lanjut dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Operasi pasar itu merupakan antisipasi gejolak harga menjelang kenaikan BBM seperti yang sudah dipastikan oleh Presiden-Wakil Presiden. Nantinya, operasi pasar diminta untuk diadakan setiap hari dan dijual bebas.

Menurut Koh Ayong sendiri, distribusi beras di tiga tahun terakhir cukup bagus. Sehingga, adanya kenaikan harga tidak tinggi dan masih dianggap wajar.

Tak hanya Koh Ayong, pedagang lain Tono mengaku senang dikunjungi dadakan oleh Rahmat Gobel. Meski dalam sidak, kata dia, tidak ada yang ditutupi pedagang. "Jam 7-an datang rombongan. Masuk cek-cek beras disini," ucap Tono.

Tono mengatakan, Rahmat mengecek beras di bagian luar atau depan pintu masuk, lalu Rahmat mengarah ke pintu masuk Blok CC. Di sana, kata dia, Rahmat bertemu para pedagang lagi.

Menurut dia, para pedagang mengapresiasi kerja baru pemeritah Jokowi-JK.  Ia menilai, blusukan para menteri ini bukan  hanya pencitraan, namum kerja nyata yang merakyat.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Rahmat Gobel Kamis lalu, bersama beberapa jajaran pejabat di Kementerian Perdagangan (Kemendag), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Turut hadir dalam sidak tersebut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Direktur Utama (Dirut) PT Food Station (pengelola PIBC), dan perwakilan dari Bulog.

baca juga: Dini Hari ke Pasar Induk Kramatjati, Rombongan Menteri Batuk-batuk...Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.