Kompas.com - 14/11/2014, 06:31 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan, Kementerian Perhubungan tidak akan mengurus segala sesuatu yang bersifat bisnis dari perusahaan penerbangan. Menurut Jonan, pengusaha harus kreatif dan menumbuhkan daya saing.

”Saya tidak mau Kementerian Perhubungan dilibatkan dalam hubungan bisnis. Itu bukan urusan kami. Kalau rugi saja melapor ke saya, tetapi kalau untung diam saja,” ujar Jonan seusai membuka Rapat Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA), Kamis (13/11), di Jakarta.

Menurut Jonan, menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan kebijakan Open Sky yang tidak lama lagi, perusahaan penerbangan harus bisa kompetitif. ”Jangan terlalu banyak minta proteksi dari pemerintah, nanti malah tidak sehat. Sebagai pebisnis, harus banyak akal. Harus kreatif. Jika tidak kreatif, maka bisnisnya akan bangkrut. Kemenhub hanya mengurus hal yang bersifat keselamatan,” tutur Jonan.

Ketua Umum INACA Arif Wibowo mengatakan, anggota INACA memang harus berbenah dan menyiapkan diri.

”Peningkatan daya saing industri penerbangan nasional membutuhkan tidak saja keterlibatan pemerintah, atau anggota INACA saja, tetapi juga lembaga atau organisasi lainnya yang terkait erat dalam kemajuan industri penerbangan nasional,” kata Arif.

Menurut Arif, akan sangat bijaksana jika pemerintah menyiapkan lebih dulu suatu kondisi industri penerbangan nasional yang sehat. Hal itu diperlukan guna membangun ketangguhan daya saing yang mumpuni sehingga siap bersaing dengan asing.

Terhitung mulai 2015, semua negara anggota ASEAN wajib tunduk pada kebijakan Open Sky yang disepakati para pemimpin ASEAN di Bali pada Oktober 2003.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Indonesia sudah menetapkan akan membuka lima bandar udara (bandara) yang dapat dimasuki maskapai negara lain secara terbuka, yaitu Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Bandara Hasanuddin Makassar. (Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Intip Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati

IHSG Intip Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati

Whats New
[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

Whats New
Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Whats New
Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Whats New
Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Whats New
 Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Spend Smart
Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Whats New
Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Spend Smart
Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Work Smart
Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Whats New
Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Rilis
Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Whats New
Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.