Ketimbang Naikkan Harga BBM, Jokowi Diminta Genjot Penerimaan Pajak

Kompas.com - 19/11/2014, 18:05 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional Yandri Susanto meminta Presiden Joko Widodo memikirkan alternatif lain selain menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut dia, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia, yang salah satunya adalah dengan menggenjot penerimaan dari pajak. Yandri menjelaskan, saat ini pendapatan pemerintah dari sektor pajak baru mencapai 52 persen. Angka tersebut masih bisa ditingkatkan ke jumlah maksimal jika pemerintah mau bekerja keras.

"Kalau pemerintah menggenjot menjadi 80 persen saja itu sudah berapa triliun?" kata Yandri di Gedung DPR, Senanyan, Jakarta, Selasa (19/11/2014).

Pemerintah harus mencari dan melakukan solusi-solusi serupa untuk menggenjot penerimaan. Pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, yang selama ini menjadi alasan pemerintah menaikkan harga BBM, yang pada akhirnya bisa dilakukan tanpa harus mengalokasikan subsidi.

"Subsidi ada, biaya pembangunan ada. Kalau masih kurang, itu tugas pemerintah baru. Ini jadinya kita anggap tidak bekerja untuk mencari uang. Jual bensin dan solar saja, tidak boleh," ujar Yandri.

Yandri meyakini, tak lama lagi anggota DPR akan mengajukan hak interpelasi kepada pemerintah untuk menjelaskan mengenai alasan kenaikan BBM ini. Saat mengumumkan kenaikan harga BBM kemarin, Presiden Jokowi mengungkap alasannya mengeluarkan kebijakan yang tidak populer ini.

Menurut Jokowi, negara membutuhkan anggaran untuk sektor produktif, seperti membangun infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Namun, anggarannya tidak tersedia karena dihamburkan untuk subsidi BBM yang terus menggelembung setiap tahun.

Sementara itu, bagi masyarakat miskin, pemerintah telah menyiapkan program perlindungan sosial dalam bentuk paket kartu yang sering disebut sebagai "kartu sakti". Paket itu berupa Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.