Kompas.com - 19/11/2014, 21:21 WIB
Pertunjukan kembang api mengakhiri rangkaian upacara penutupan Asian Games XVII di Korea Selatan AFP PHOTO / PORNCHAI KITTIWONGSAKUL Pertunjukan kembang api mengakhiri rangkaian upacara penutupan Asian Games XVII di Korea Selatan
EditorPalupi Annisa Auliani
MALANG, KOMPAS.com - PT Pindad Persero akan melebarkan sayap bisnisnya di luar produksi kemiliteran. Salah satu bisnis yang dilirik adalah kembang api skala besar.

"Bisnis kembang api cukup menggiurkan saat ini. Berdasarkan perhitungannya, belanja kembang api di Indonesia mencapai Rp 600 miliar per tahun," kata Kepala Divisi Munisi Pindad, I Wayan Sutama, di kantor Pindad Turen, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2014). Saat ini, kata Sutama, pasokan kembang api itu diimpor dari Tiongkok dan Jepang.

Namun, Sutama memastikan kembang api yang akan mereka produksi ini bukan mainan anak-anak melainkan kembang api besar seperti yang sering kali dipakai untuk upacara pembukaan lomba olahraga maupun perayan tahun baru, dengan ukuran paling kecil 12 sentimeter.

"Kebetulan kami diajak investor dari Tiongkok, dan kami tertarik," kata Sutama. Pindad berharap bisa memulai produksi kembang api ini sebulan mendatang. Menurut dia, Pindad sudah punya gedung dan tenaga ahli untuk produksi.

Pembuatan kembang api, tegas Sutama, pada dasarnya tidak jauh beda dengan pembuatan amunisi yang biasa dilakukan teknisi Pindad. "Kami tinggal menunggu kesiapan investor. Kami juga sudah koordinasi dengan Polri, sebab pembelian kembang api ini harus dilengkapi izin keramaian polisi."Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.