Harap Bersabar, Belum Ada Aturan Kredit Murah untuk Nelayan

Kompas.com - 21/11/2014, 13:50 WIB
Buruh nelayan menyiapkan logistik di kapal, menunggu waktu berangkat melaut di Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta, Senin (17/11/2014). Nelayan kecil berharap pemerintah masih memberikan subsidi terutama untuk bahan bakar minyak supaya mereka dapat terus beroperasi. Sebanyak 98,7 persen dari total 2,7 juta nelayan di Tanah Air adalah nelayan kecil dengan kapal berbobot di bawah 30 ton. Mereka memasok 60-70 persen kebutuhan konsumsi ikan dalam negeri. KOMPAS / IWAN SETIYAWANBuruh nelayan menyiapkan logistik di kapal, menunggu waktu berangkat melaut di Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta, Senin (17/11/2014). Nelayan kecil berharap pemerintah masih memberikan subsidi terutama untuk bahan bakar minyak supaya mereka dapat terus beroperasi. Sebanyak 98,7 persen dari total 2,7 juta nelayan di Tanah Air adalah nelayan kecil dengan kapal berbobot di bawah 30 ton. Mereka memasok 60-70 persen kebutuhan konsumsi ikan dalam negeri.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, belum akan mengeluarkan regulasi agar lembaga-lembaga keuangan bisa memberikan kredit dengan bunga lebih ringan bagi kelompok nelayan.

“Regulasi nanti belakangan lah. Kalau ini (yang dibahas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan) adalah business to business (B2B),” ungkap Deputi Komisioner Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lucky F.A. Hadibrata, Jumat (21/11/2014).

Pagi ini, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti menyambangi kantor Muliaman D Hadad, guna membahas masalah-masalah yang dihadapi nelayan, utamanya dalam mengakses pembiayaan. Lucky mengatakan, memang saat ini akses nelayan ke perbankan masih minim, yakni hanya 1,8 persen dari seluruh kredit mikro (sejak Agustus 2014).

Meski begitu, dia menampik jika pembahasan dengan Susi hanya soal kemudahan akses kredit ke perbankan. “Bukan. Ini yang dibahas semuanya. Bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya nelayan, dan petani. Jadi kita fokusnya nelayan dan petani secara keseluruhan,” terang Lucky.

Yang penting, kata dia, akses nelayan ke lembaga keuangan terbuka, terlebih dahulu. “Kedua baru membicarakan bagaimana bunga lebih rendah. Ketiga, bagaimana aturan agunan itu bisa diubah,” ujar dia.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, OJK, Kusumaningtuti S Soetiono menyampaikan, dengan bertemu Susi, OJK berharap mendapatkan masukan, sehingga bisa memberikan confidence bagi lembaga keuangan.

“Kan penting juga business model seperti apa yang lebih baik untuk kita terjemahkan di dalam mekanisme pembiayaan,” ucapnya.

“Jadi ini B2B langsung. Kita (OJK) fasilitasi di tengahnya. Jadi dengan ini lebih menginspirasi lah. Memboosting. Business model dari keberhasilan itu, nanti diterjemahkan dalam mekanisme pembiayaan yang lebih mudah,” kata dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.