Kompas.com - 21/11/2014, 19:00 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Siti Hardiyanti Rukmana—dikenal dengan panggilan Tutut—anak tertua mantan Presiden RI, Soeharto, berniat memunculkan kembali saluran televisi TPI, berbekal putusan Mahkamah Agung. (Baca: Mbak Tutut: TPI Segera Memulai Siaran).

Saat ini, Tutut sedang berupaya mendapatkan lagi aset perusahaannya yang selama ini dipakai oleh MNCTV. "Berbekal hasil keputusan Mahkamah Agung (MA), kami akan meminta pihak berwenang membantu mengambil alih aset milik PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (PT CTPI) yang kini digunakan di bawah nama MNCTV," kata Tutut, dalam konferensi pers, Jumat (21/11/2014).

Namun, Tutut mengakui upayanya mengambil alih kembali aset tersebut tak akan mudah. Terlebih lagi, putusan MA ini juga sudah melewati jalan berliku secara hukum. "Sakitnya tuh di sini," ujar dia soal sengketa kepemilikan TPI.

Dalam konferensi pers tersebut, Tutut bertutur soal sengketa aset ini. Menurut Tutut dan kuasa hukum PT CTPI, bahkan seharusnya tidak ada istilah pengambilalihan aset.

"Berkaitan aset, kami jelaskan bahwa semua aset tidak bergerak TPI masih atas nama PT CTPI," ujar Tutut. Dia menyebutkan, mereka juga masih memegang sertifikat tanah yang dipakai MNCTV.

"Kalau kita anggap perizinan juga aset, maka perizinan juga masih atas nama PT CTPI. Aset tidak tetap, intagible, (berupa) program acara, merek acara, itu juga masih atas nama kita. Tinggal pakai sebagai pemilik asli," tutur kuasa hukum PT CTPI, Dedy Kurniadi, di lokasi yang sama.

Namun, kata Tutut, jajaran direksi yang dipilih langsung olehnya tidak menempati kantor dan studio TPI di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ada jajaran direksi lain serta para pekerja di bawah nama MNCTV yang bernaung di kantor dan studio tersebut.

Bila PT Media Nusantara Citra Tbk—perusahaan yang memayungi MNCTV—bersikeras menolak menyerahkan aset, Tutut menegaskan bahwa dia akan menggunakan jalur hukum untuk mendapatkan kembali asetnya.

Meski sudah melewati proses hukum berbelit, Tutut berkomitmen tidak akan menggunakan cara-cara di luar hukum, meski ingin segera membuat TPI kembali mengudara.

"Kalau mbalelo, kami tidak akan mengambil langkah di luar hukum. Semua akan kami lakukan sesuai hukum yang berlangsung di Indonesia," ujar Tutut. "Kami akan meminta bantuan kepada yang berwajib untuk membantu kami mengambil kembali hak kami."

Tutut melanjutkan, "Jadi, kami tidak akan memakai tangan besi, ambil sendiri, semau dhewe, insya Allah enggak. (Kami akan) melalui jalur hukum yang ada di Indonesia."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri Hingga BCA

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri Hingga BCA

Whats New
IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Tak Mampu Bangkit

IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Tak Mampu Bangkit

Whats New
Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya hingga Ciamis Jalani Uji Coba Pembelian Pertalite-Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Mulai 1 Juli 2022

Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya hingga Ciamis Jalani Uji Coba Pembelian Pertalite-Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Mulai 1 Juli 2022

Whats New
Stimulus Ekonomi Bernama Gaji ke-13

Stimulus Ekonomi Bernama Gaji ke-13

Whats New
Setelah PKPU, Garuda Indonesia akan Tambah 70 Pesawat hingga Akhir 2023

Setelah PKPU, Garuda Indonesia akan Tambah 70 Pesawat hingga Akhir 2023

Whats New
Aldiracita Sekuritas Indonesia Proyeksi IHSG Sentuh Level 7.200 - 7.500 Akhir 2022

Aldiracita Sekuritas Indonesia Proyeksi IHSG Sentuh Level 7.200 - 7.500 Akhir 2022

Earn Smart
Simak 7 Cara Aman untuk Mengindari Penipuan Berkedok Investasi

Simak 7 Cara Aman untuk Mengindari Penipuan Berkedok Investasi

Earn Smart
Bikin Rugi, Garuda Indonesia Setop Operasikan Pesawat Bombardier CRJ-1000 dan ATR 72-600

Bikin Rugi, Garuda Indonesia Setop Operasikan Pesawat Bombardier CRJ-1000 dan ATR 72-600

Whats New
Gaji Ke-13 Cair Awal Juli, Simak Komponen hingga Daftar ASN Penerima

Gaji Ke-13 Cair Awal Juli, Simak Komponen hingga Daftar ASN Penerima

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Alasan Pertamina Pilih 11 Wilayah Wajib Daftar MyPertamina buat Beli Pertalite dan Solar

Alasan Pertamina Pilih 11 Wilayah Wajib Daftar MyPertamina buat Beli Pertalite dan Solar

Whats New
Pengumuman, Gaji Ke-13 PNS Cair Jumat Lusa

Pengumuman, Gaji Ke-13 PNS Cair Jumat Lusa

Earn Smart
PUPR Pastikan Pembangunan Infrastruktur dan Sarana Penunjang KTT G20 Rampung Agustus

PUPR Pastikan Pembangunan Infrastruktur dan Sarana Penunjang KTT G20 Rampung Agustus

Rilis
Banyak Warga Masih Bingung, Beli Pertalite dan Solar Bayarnya Wajib Pakai MyPertamina?

Banyak Warga Masih Bingung, Beli Pertalite dan Solar Bayarnya Wajib Pakai MyPertamina?

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.