Kompas.com - 24/11/2014, 15:40 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Lamanya pembangunan satu bendungan (waduk) sama dengan satu masa jabatan presiden. Pembangunan tersebut belum mencakup persiapan tambahan sebelum dan sesudah pembangunan.

Menurut Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mudjiadi, hal inilah yang membuat pembangunan infrastruktur air, khususnya waduk dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menjadi tidak populer dalam pemerintahan lalu.

"Itu kan masalah kebijakan dari pemerintah, sedangkan kalau PLTA itu pembangunannya lama, padahal kebutuhannya sangat tinggi. Membuat PLTA itu lama. Membuat bendungannya lima tahun, memasangnya juga lama," tutur Mudjiadi.

Sebelumnya, dalam pidato pembukaan acara Indonesia Water Learning Week di Jakarta, Senin (24/11/2014), Mudjiadi mengungkapkan bahwa kebutuhan air untuk sekitar 240 juta jiwa penduduk mencapai sekitar 111 miliar meter kubik. Jumlah ini diperhitungkan hanya untuk memasok kebutuhan beras.

"Kebutuhan air dikaitkan dengan ketahanan pangan, dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa, diperoleh angka kebutuhan air untuk konsumsi beras per tahun lebih kurang 111 miliar m3. Alternatif sumber energi yang terbarukan dan ramah lingkungan perlu dikembangkan dari air, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Potensi PLTA di Indonesia sangat besar, yaitu 75 GW (giga watt). Sedangkan yang telah dikembangkan baru sekitar 5,25 persen," ujarnya.

Mudjiadi menjelaskan, dari 203 bendungan yang ada di Indonesia, baru 5,25 persennya saja yang dikembangkan menjadi sumber energi. "Nah sekarang kan ada kebijakan pemerintah, bagaimana mempercepat untuk mendapatkan energi terbarukan. Bendungan-bendungan yang sudah ada, itu dulunya hanya untuk kebutuhan air saja untuk pertanian. Nah, kita cek ada potensinya untuk PLTA. Kita sedang studi dan Desember ini kita akan selesai," tukasnya.

Menurut dia, harga beli listrik per kwh kini cukup menarik. Inilah yang membuat investasi PLTA saat ini lebih menarik. "Dulu kan harganya tidak begitu menarik. Nah, sekarang harga beli oleh PLN itu bagus," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV,  XXI, dan Cinepolis

Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV, XXI, dan Cinepolis

Spend Smart
Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Whats New
Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Whats New
[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Whats New
Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Whats New
6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.