Kompas.com - 26/11/2014, 11:17 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Joko Widodo berkomitmen ingin mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mengerek BI rate sebagai respon kenaikan harga bahan bakar minyak.

Pengusaha menilai, langkah BI menaikkan suku bunga sangat tergesa-gesa. Malah, menurut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indoensia (APPBI) Handaka Santosa, pengusaha luar memandang bank sentralnya Indonesia agak kelebihan dosis.

"Saya baru dari luar negeri, ketemu pengusaha sana, eh dia bilang, katanya bisnis Indonesia kuat ya, BI overdosis. Itu definisi mereka," ucap Handaka, Rabu (26/11/2014).

Handaka menyayangkan, bank sentral Indonesia yang tidak hati-hati mengambil langkah dan malah bisa menekan daya beli masyarakat dan berpotensi menurunkan volume ekonomi. Padahal, pemerintah China saja kini tengah mengkaji untuk menurunkan suku bunganya.

"China lagi memikirkan menurunkan tingkat bunga. Karena apa? Jangan sampai deflasi. Kalau inflasi enggak apa-apa. Lah ini kan aneh, masa China lebih goblok dari kita?" lanjut CEO Sogo itu.

Menurut Handaka, bisa saja BI rate naik, namun bunga kredit untuk UMKM tidak dinaikkan oleh perbankan. Sayangnya, kata dia, kenyataan di lapangan tidak demikian. Dia berharap, perbankan bisa menekan spread keuntungan untuk UMKM.

Handaka tidak menyebut eksplisit langkah BI kontradiktif dengan keinginan pemerintah mendorong UMKM. Yang jelas, menurut dia, banyak hal yang perlu diperhatikan BI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya baru meninjau perkampungan Bajau, di Wakatobi. Dia (nelayan) mau beli jaring enggak punya (uang). Padahal berapa harganya? Rp 300.000. Saya kasih input ke teman-teman bank, kalian masuk ke sana. Saya bilang kan bapak ada fasilitas kredit mikro," tandas Handaka.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.