Kompas.com - 30/11/2014, 22:46 WIB
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (memegang bendera) dan Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Kombes Pol Drs Pujiono Dulrahman MH (keempat kanan) bersama Direksi dan Eksekutif Astra melakukan pelepasan armada dan mekanik yang bertugas untuk Astra Holiday Campaign (AHC) 2014 di acara kick off AHC 2014, Rabu, 23 Juli 2014. AstraPresiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (memegang bendera) dan Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Kombes Pol Drs Pujiono Dulrahman MH (keempat kanan) bersama Direksi dan Eksekutif Astra melakukan pelepasan armada dan mekanik yang bertugas untuk Astra Holiday Campaign (AHC) 2014 di acara kick off AHC 2014, Rabu, 23 Juli 2014.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -
PT Astra International Tbk (ASII) saat ini tengah berusaha menyeimbangkan lini bisnis kendaraan (otomotif) dengan sektor lainnya.  Saat ini bisnis otomotif ASII masih menjadi kontribusi terbesar dibandingkan sektor lainnya yang dimiliki perseroan.

Tercatat, pada 2012 sektor otomotif berkontribusi terhadap laba bersih perseroan sekitar 64 persen dan pada 2013 sebanyak 68 persen. Sedangkan, pada kuartal ketiga tahun ini sudah sebesar 59 persen.

"Kita dorong bisnis non otomotifnya, jadi nantinya perseroan berharap bisa balance antara otomotif dan non otomotif," kata Investor Relations Astra, Tira Ardianti, akhir pekan ini.

Menurut Tira, industri otomotif ke depan akan terus tumbuh walaupun persaingan cukup ketat. Di mana, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan masih tinggi seiring pertumbuhan ekonomi kelas menengah selalu meningkat setiap tahunnya.

Chief Group Treasury and Investor Relations Astra, Iwan Hadiantoro menambahkan, membuat portofolio berimbang memang tidak mudah, mengingat selama ini pendapatan lebih dominan berasal dari otomotif. Namun, agar keuangan perseroan ke depan tetap terjaga dengan baik maka diperlukan keseimbangan antar bisnis.

"Mungkin bisa sampai 10 tahun untuk bisa jadi 50 banding 50," ucap Iwan.

Menurut Iwan, perseroan memiliki strategi tiga pilar untuk mendorong bisnis non otomotifnya. Pertama, dengan memperbesar bisnis di luar otomotif, kedua melakukan akuisisi guna memperkuat bisnis yang sudah berjalan seperti dilakukan anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang akuisisi  perusahaan infrastruktur. Dan terakhir, mengerjakan proyek seperti jalan tol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi pengembangan bisnis (non otomotif) pada dasarnya tidak akan jauh dari bisnis yang sudah ada," ucapnya. (Seno Tri Sulistiyono)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.