Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga BBM Bersubsidi Naik, Pengusaha SPBU Mengaku Margin Laba Menipis

Kompas.com - 01/12/2014, 09:46 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meminta pemerintah menambah margin keuntungan. Mereka mengklaim laba yang didapat dari jualan BBM subsidi turun lantaran harga jual BBM subsidi naik.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi bilang, saat ini pengusaha SPBU sedang lesu. Pasalnya, semenjak kenaikan harga BBM dan menurunnya harga Pertamax, margin laba jadi menurun. Saat ini margin yang di dapat dari penjualan pertamax sekitar Rp 450 per liter sedangkan untuk premium Rp 300 per liter.

Bila dibandingkan sebelum kenaikan BBM subsidi, tingkat margin tersebut rata-rata turun 20 persen-30 persen. "Kami juga harus membayar pajak lebih besar. Sementara sampai saat ini belum ada insentif dari pemerintah," kata Eri kepada Kontan, Jumat (28/11/2014).

Sebagai gambaran, selama ini  pengusaha SPBU dikenakan pajak sebesar 0,3 persen untuk tiap liter bensin yang dijual. Bila harga BBM naik, bilangan pengali untuk membayar pajak jadi melonjak.  "Dulu 0,3 persen dari Rp 6.500 per liter, sekarang jadi Rp 8.500 per liter," tambah dia.

Sementara itu, pengusaha SPBU juga mengaku merugi lantaran harga Pertamax menurun. Pasalnya, nilai pembelian pertamax dari pengusaha SPBU lebih besar daripada harga jual. Para pengusaha membeli pertamax masih pada posisi harga lama yaitu Rp 10.200 per liter. Sementara harga jual ke masyarakat saat ini menjadi Rp 9.950 per liter.

Namun, menurut Eri, masyarakat kurang memahami dinamika dari bisnis SPBU. Yang terlihat adalah kerap mendapat untung. Makanya, Eri ingin pemerintah memberi tambahan margin ke pengusaha SPBU. Besarnya, Rp 30 per liter seperti tahun lalu. (Pratama Guitarra)

baca juga: Menteri ESDM: Tidak Mungkin Naikkan Harga BBM di Atas Harga Keekonomian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+