Atasi "Kemacetan" Pesawat di Bandara, Ini yang Dilakukan Jonan

Kompas.com - 09/12/2014, 13:45 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengaku sedang berupaya mengurangi "kemacetan" pesawat di bandara. Salah satu cara yang saat ini digodok Kemenhub adalah mendorong penggunaan pesawat berkapasitas besar.

Nantinya, kata Jonan, bagi maskapai yang menggunakan pesawat besar akan diberikan diskon 50 persen biaya landing. "Bahwa ada 7 sampai 8 airport yang kita pilih, landing fee-nya 50 persen saja," ujar Jonan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Lebih lanjut kata dia, upaya pengurangan kemacetan pesawat di bandara itu akan tertuang lebih lanjut dalam Peraturan Menteri (Permen). Jonan mengatakan bahwa Permen tersebut akan segera ditandatangani.

Latabelakang Permen itu sendiri kata Jonan disebabkan karena adanya hambatan dalam pembangunan airport di tanah air. Faktor pembebasan lahan masih menjadi masalah klasik pembangunan.

"Karena kan gini ya, airport itu lebih sulit dibangun karena urusan tanah dan sebagainya dibanding pengadaan pesawatnya. Saya lihat itu. Kalau pesawat bisa kita usahakan lah soal kebijakan ini itu," ujarnya.

Menurut Kemenhub, kemacetan pesawat di bandara selain karena kapasitas bandara yang sudah tidak mencukupi, juga diakibatkan karena banyaknya maskapai yang memilih menggunakan pesawat kecil untuk operasinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.