Kompas.com - 09/12/2014, 14:03 WIB
Dirut PT RNI Ismed (tengah) saat pecet tombol tutup Giling di PG Krebet Baru, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (8/12/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunDirut PT RNI Ismed (tengah) saat pecet tombol tutup Giling di PG Krebet Baru, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (8/12/2014).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrik Gula (PG) Krebet Baru II Malang yang dikelola PT PG Rajawali I anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berhasil meraih prestasi perolehan rendemen tertinggi nasional 2014.

Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, kandungan rendemen rata-rata PG Krebet Baru II Malang mencapai 8,72 persen mengungguli pabrik gula swasta dan milik BUMN lainnya. Pada tahun ini PG Krebet Baru II telah tiga tahun berturu-turut mempertahankan prestasi rendemen tertinggi diantara 52 Pabrik Gula BUMN.

"Tahun ini lebih spesial karena bukan hanya meraih prestasi sebagai pabrik gula dengan kandungan rendemen tertinggi diantara BUMN tapi juga PG dengan rendemen tertinggi se-nasional. Artinya  PG Krebet Baru II mengalahkan PG lain milik swasta," ujar Ismed dalam keterangan resminya, Selasa (9/12/2014).

Ismed mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi bisnis di PG Krebet Baru Malang, di antaranya adalah penerapan sistem pengadaan melalui e-procurement sehingga lebih efisien dan transparan.

Selain itu, Ismed menilai, melalui transformasi para pegawai diajak hijrah dari nilai-nilai lama yang kurang baik kepada nilai baru yang lebih baik. Nilai lama yang aktif dihilangkan di antaranya praktek mark up dan suap.

Ia menilai, hilangnya suap dan mark up di lapangan, berdampak pada manajemen dan cara pengelolaan tebu di kebun. Para petani tebu menjadi lebih nyaman bermitra dengan RNI, mereka merasa aman tanpa khawatir manipulasi dan pungli. Dengan begitu mereka dapat lebih total dan profesional merawat tebunya.

Ismed menyatakan, untuk mencapai rendemen sebesar 8,72 persen tidaklah mudah. Langkah-langkah yang PG Krebet Baru lakukan utamanya adalah selektif dalam memilih umur tebu, minimal 11 sampai 12 bulan masa tanam sesuai varietas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, dalam proses tebang awal tidak sembarang memilih tebu tebangan, perlu ada selektifitas dilihat dari usia dan varietasnya. Interval tebu dari kebun sampai dengan digiling tidak boleh lebih dari 36 jam.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.