Tak Cuma Curi Ikan, Kapal Tiongkok yang Ditangkap Juga Pakai Solar Bersubsidi

Kompas.com - 10/12/2014, 15:03 WIB
Kapal milik nelayan asing ditenggelamkan TNI AL, di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014). Sebanyak tiga kapal Vietnam yang ditangkap TNI AL ditenggelamkan sebagai sikap tegas pemerintah Indonesia terhadap aksi pencurian ikan yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun per tahun. TRIBUN BATAM/ ARGIANTO DA NUGROHOKapal milik nelayan asing ditenggelamkan TNI AL, di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014). Sebanyak tiga kapal Vietnam yang ditangkap TNI AL ditenggelamkan sebagai sikap tegas pemerintah Indonesia terhadap aksi pencurian ikan yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun per tahun.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti mengungkapkan, kapal-kapal Tiongkok yang melakukan illegal fishing di laut Indonesia menggunakan bahan bakar solar bersubsidi.

Dia pun tak habis pikir mengapa kapal asing dengan kapasitas besar bisa dapat jatah BBM bersubsidi. "Tadi pagi ada SMS masuk, ada kapal Tiongkok ini dapat izin tangkap karena dilaporkan bobotnya hanya 30 gross ton. Namun ternyata bobotnya 100 bahkan 150 gross ton. Persoalannya lagi, mereka dapat solar subsidi. Jatah 25 kiloliter (solar subsidi)," ujar Susi saat berbicara dalam rapat kerja Kemenhub, Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Lebih lanjut, kata Susi, sebenarnya kapal-kapal besar dengan kapasitas tangkap di atas 30 gross ton tidak diperbolehkan menggunakan solar bersubsidi. Namun, realitas di lapangan justru sebaliknya. Dia pun mencurigai adanya aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh kapal-kapal Tiongkok yang ditangkap tersebut.

"Mereka bawa 25.000 liter solar ke laut. Meski tidak menangkap ikan, mereka untung besar karena bisa jual solar di laut," kata Susi.

Fakta baru itu, kata Susi, menunjukkan bahwa penggunaan BM bersubsidi ternyata lebih dinikmati oleh perusahaan pemilik kapal-kapal besar. Dia pun berkata, akibat penyelewengan BBM bersubsidi tersebut, keuangan negara benar-benar sudah bocor.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.