Menkop: Kredit Macet KUR Didominasi Debitor Besar

Kompas.com - 16/12/2014, 11:11 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, rasio kredit bermasalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 4,2 persen. Non performing loan (NPL) yang cukup tinggi ini, sebut dia disumbang dari debitor besar.

“Debitor besar itu yang pinjam antara Rp 20 juta hingga Rp 500 juta,” kata dia, di Jakarta, Senin (15/12/2014).

Atas dasar itu, pemerintah ke depan akan menerapkan plafon sebesar Rp 25 juta. KUR akan mulai disalurkan pada 1 Januari 2015 mendatang. Puspayoga juga berharap, dengan batasan ini para debitor besar bakal migrasi ke perbankan komersial dan meninggalkan KUR.

“Sekarang dia (pinjaman) diatas Rp 25 juta sudah enggak ada lagi. Kalau dia (pengusaha) mau lebih dari Rp 25 juta, kan ada bank komersial,” ucap dia.

Puspayooga menambahkan, NPL debitor kecil hanya 1,9 persen. Dengan pembatasan plafon Rp 25 juta, dia berharap fasilitas KUR bisa lebih membumi dan makin banyak masyarkat yang bisa memanfaatkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.