Menteri PPN: Penanganan Kumuh Bukan Mengubah Fisik tapi Perilaku Sosial

Kompas.com - 23/12/2014, 04:10 WIB
Ilustrasi. Kawasan permukiman kumuh, tempat para pemegang monyet-monyet untuk atraksi topeng monyet, di Jakarta, 24 Oktober 2013. Pemerintah provinsi DKI Jakarta melarang keberadaan topeng monyet di Jakarta pada 2014. AFP PHOTO / ADEK BERRYIlustrasi. Kawasan permukiman kumuh, tempat para pemegang monyet-monyet untuk atraksi topeng monyet, di Jakarta, 24 Oktober 2013. Pemerintah provinsi DKI Jakarta melarang keberadaan topeng monyet di Jakarta pada 2014.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andrinof Chaniago menyadari dengan luas kawasan kumuh sebesar 38.431 hektar, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki slum atau wilayah kumuh terluas. Oleh karena itu, pembangunan dalam lima tahun ke depan ditargetkan menghilangkan permukiman kumuh hingga nol hektar.

Namun, dia menyadari mengubah permukiman kumuh bukanlah persoalan mengubah wajah bangunan fisik.

"Tapi esensinya adalah pembangunan manusia dan pembangunan sosial. Peningkatan penghasilan, mengubah perilaku, mengubah nilai-nilai, itu syarat lain yang dilakukan untuk mengubah wajah kota," kata Andrinof, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Andrinof mengatakan, penanganan kumuh yang sesungguhnya adalah bagaimana membuat semua pemangku kepentingan sadar bahwa mereka menjadi subjek aktif untuk menghilangkan kekumuhan. "Itulah pembangunan. Perilaku itu berubah kalau ada nilai-nilai yang berubah," ucap dia.

Lebih lanjut dia bilang, kalaupun anggaran pemerintah cukup, maka bisa digunakan untuk membiayai penanganan kumuh. Tapi jikalau gagal mengubah nilai, maka usia bersih dari bangunan fisik itu tidaklah panjang. "Mungkin tidak sampai 1 tahun dan sebaliknya," imbuh Andrinof.

Dia juga menyoroti, pembangunan kota-kota baru harus diperhatikan oleh semua pihak agar tidak memunculkan slum baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.