Menteri BUMN: Chandra Hamzah Jadi Komisaris Utama PLN untuk Perkuat Pengawasan

Kompas.com - 24/12/2014, 04:14 WIB
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berupaya memperkuat pengawasan pada PT PLN Persero dengan menempatkan dua tokoh hukum dan auditor keuangan, yaitu mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah dan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hasan Bisri dalam jajaran komisaris di perusahaan itu.

"Pak Chandra sebagai Komisaris Utama, dengan anggota Hasan Bisri dan Budiman (mantan KASAD)," kata Menteri BUMN Rini M Soemarno, saat pengumuman susunan Direksi dan Komisaris PLN, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Chandra Hamzah cukup dikenal karena reputasinya ketika menjadi Wakil Ketua KPK periode 2007-2011. Belakangan Chandra juga ditugasi pemerintah menjadi anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi.

Sedangkan Hasan Bisri, Wakil Ketua BPK periode 2011-2014 ini, sebelumnya berlatar belakang akuntan karier di lembaga audit milik pemerintah tersebut. Hasan pernah membawahi bidang tugas pelaksanaan tugas Inspektorat Utama, Direktorat Utama Revbag dan Diklat, Direktorat Utama Binbangkum, dan Sekretariat Jenderal, serta Penanganan Kerugian Negara.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, penunjukan orang-orang berlatar belakang hukum dilakukan untuk mengedepankan sinergi antara direksi dengan komisaris. "Pak Chandra diharapkan bisa mendukung dan membantu dalam menciptakan 'good corporate governance'," ujarnya.

Menurut Rini, perombakan direksi dan komisaris PLN diharapkan memberikan tantangan baru bagi perseroan untuk meningkatkan kinerjanya dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional.

"PLN punya utang besar sekitar Rp 471 triliun. Ke depan tantangannya adalah mengelola utang dengan baik dan mencari pembiayaan proyek-proyek ke depan," ujar Rini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direksi dan komisaris yang baru dituntut untuk melakukan perbaikan-perbaikan di PLN mulai dari keluhan masyarakat soal kelangkaan energi listrik hingga persoalan mendasar kinerja keuangan perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan siap menjalankan tugas yang diberikan pemegang saham membawa PLN lebih baik lagi. Menurut Sofyan, penunjukan tersebut merupakan tantangan yang memang berbeda ketika dirinya menjadi seorang bankir.

Ia menjelaskan, yang penting perlu dibangun komunikasi yang baik dan hubungan kolega dan tim kerja. "Dengan niat yang baik, saya tidak takut menerima tantangan ini. Pemerintah mempercayakan kepada saya dan tim, maka saya upayakan maksimum. Khawatir selalu ada tapi mari kita buktikan dengan perbuatan," ujarnya.

Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham mengangkat Sofyan Basir menjadi Dirut PLN. Sofyan yang sebelumnya adalah Dirut Bank BRI tersebut didampingi tujuh direktur lainnya yaitu Sarwon Sudarto, Nicke Widyawati, Supangkat Iwan Santoso, Amin Subekti, Amir Rosidin, Murtaqi Syamsuddin, Nasri Sebayang.

Sedangkan untuk posisi Dewan Komisaris diangkat Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama, dengan anggota komisaris Budiman dan Hasan Bisri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.