Kompas.com - 30/12/2014, 22:53 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah akan memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi kurang dari Rp 50 triliun pada tahun depan. Dengan demikian, anggaran yang semula dialokasikan untuk subsidi BBM bisa dialihkan untuk kegiatan yang lebih produktif.

"Subsidi yang semula direncanakan Rp 275 triliun, perkiraan kita tahun depan kurang dari Rp 50 triliun. Jadi artinya kita bisa alihkan anggaran yang semula untuk subsidi menjadi anggaran yang lebih produktif," kata Kalla dalam sambutannya pada saat menutup perdagangan saham akhir tahun di Bursa Efek Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Menurut Kalla, besaran subsidi BBM yang ditetapkan untuk tahun depan menyesuaikan harga minyak dunia yang terus anjlok. Kalla melanjutkan, ke depannya pemerintah akan mulai memperbaiki infrastruktur yang kerap dikeluhkan sebagai penghalang investasi. Pada satu hingga dua tahun ke depan, menurut dia, masyarakat baru bisa merasakan manfaat dari pengurangan subsidi BBM ini.

Di samping memperbaiki masalah devisit anggaran, lanjut dia, pemerintah akan memperbaiki kecepatan pelayanan publik terkait investasi. Pemerintah juga akan melakukan penghematan anggaran belanja di lingkungan birokrasi.

"Ketiganya, pemerintah akan menghemat hal-hal yang menjadi bagian beratnya birokrasi di republik ini. Adalah macam anggaran-anggaran perjalanan, rapat yang tidak perlu, rekrutmen, lembaga yang kebanyakan kita potong, ini Yuddy (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi) nih tukang potongnya. Sehingga semuanya akan lebih efisien," papar Kalla.

Hal lainnya yang akan akan diperbaiki pemerintah ke depannya mengenai cadangan devisa. Kalla menyayangkan cadangan devisa Indonesia yang saat ini hanya sekitar 100 miliar dollar AS.

"Kenapa itu terjadi karena terjadi perilaku ekspor yang kita tidak kontrol dengan baik. Persepsi eksportir ialah kalau kapal antre angkut batubara, angkut sawit, apa saja keluar itu dianggap sukses tapi bagi pemerintah yang dianggap sukses kalau devisa masuk," ucap dia.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyampaikan bahwa pihaknya akan mengumumkan kebijakan baru terkait harga Bahan Bakar Minyak pada Rabu (31/12/2014) sekitar pukul 09.00 WIB. Sofyan membenarkan kebijakan baru yang akan diumumkan tersebut berkaitan dengan subsidi tetap BBM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Work Smart
Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Whats New
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Rilis
Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Work Smart
Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Whats New
PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

Whats New
Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Earn Smart
Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Whats New
Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Whats New
DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Whats New
Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.