Perusahaan Nakal Pengerah TKI Masuk Daftar Hitam

Kompas.com - 02/01/2015, 15:13 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Tenaga Kerja mencabut surat izin penempatan terhadap perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta yang nakal. Penanggung jawab perusahaan yang nakal itu juga dimasukkan ke dalam daftar hitam selama lima tahun.

Sepanjang 2014, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mencabut surat izin penempatan (SIP) terhadap 26 perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS).

Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri menyampaikan hal itu di Jakarta, Rabu (31/12). Kebijakan memasukkan penanggung jawab PPTKIS ke dalam daftar hitam tercantum dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 24 Tahun 2014 tentang Perubahan Tata Cara Pemberian, Perpanjangan dan Pencabutan SIP PPTKIS.

”Selama lima tahun, penanggung jawab PPTKIS dilarang berbisnis pengiriman tenaga kerja Indonesia. Saya harap ini bisa menimbulkan efek jera,” kata Hanif.

Kedua puluh enam perusahaan tersebut dianggap melakukan pelanggaran berat aturandalam Undang-Undang Nomor  39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, khususnya Pasal 13-17.

Pasal-pasal itu mengatur hak dan kewajiban PPTKIS, di antaranya memiliki SIP aktif, unit pelatihan kerja, dan penampungan.

Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kemenaker Guntur Witjaksono mengatakan, 26 PPTKIS itu juga dinilai tidak memanusiakan calon buruh migran di tempat penampungan.

Celah hukum

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalis Pigay mengapresiasi sikap Kemenaker memasukkan penanggung jawab PPTKIS ke dalam daftar hitam. Kebijakan itu dinilai bisa membuat pengusaha mendapat cap buruk.

”Setelah lima tahun, pengusaha yang ingin mendirikan PPTKIS baru akan sulit karena pemerintah selaku pemberi izin melihat riwayatnya,” katanya.

Kendati demikian, Natalis mengkritik kebijakan Kemenaker itu yang masih punya celah hukum. Ada kemungkinan penanggung jawab nakal mendirikan PPTKIS baru atas nama kerabatnya.

Berdasarkan pengamatan Natalis, sebagian besar pemilik dari 518 PPTKIS yang ada berkerabat.

Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo berpendapat serupa. Pencabutan SIP hingga memasukkan penanggung jawab ke dalam daftar hitam harus ditindaklanjuti dengan reformasi di dalam tubuh Kemenaker yang selama ini kerap membiarkan PPTKIS nakal. (MED)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Utang Menyusut Jadi Rp 417 Triliun di Juni 2022, Dirut PLN: Berkat Arahan Menteri BUMN

Utang Menyusut Jadi Rp 417 Triliun di Juni 2022, Dirut PLN: Berkat Arahan Menteri BUMN

Whats New
Menteri PUPR Yakin Pembangunan KIPP Tahap I di IKN Rampung Tahun 2024

Menteri PUPR Yakin Pembangunan KIPP Tahap I di IKN Rampung Tahun 2024

Whats New
Diisukan Akan Naik, Ini Harga Pertalite Terbaru di SPBU Pertamina

Diisukan Akan Naik, Ini Harga Pertalite Terbaru di SPBU Pertamina

Spend Smart
Pimpin Upacara HUT RI di Mimika, Bahlil Ingatkan PT Freeport Harus Dikelola dengan Baik

Pimpin Upacara HUT RI di Mimika, Bahlil Ingatkan PT Freeport Harus Dikelola dengan Baik

Whats New
Lotte Shopping Avenue Gelar Promo Agustusan hingga 'Citayam Fashion Week'

Lotte Shopping Avenue Gelar Promo Agustusan hingga "Citayam Fashion Week"

Whats New
Menteri PUPR: Ada Jalan Tol, Jarak Balikpapan ke IKN hanya 30-40 Menit

Menteri PUPR: Ada Jalan Tol, Jarak Balikpapan ke IKN hanya 30-40 Menit

Whats New
Kado Hut Ke-77 RI, Pertamina Temukan Cadangan Hidrokarbon di Papua Barat

Kado Hut Ke-77 RI, Pertamina Temukan Cadangan Hidrokarbon di Papua Barat

Whats New
Kisah Audry Nyonata, Engineer Lulusan ITB yang Kembangkan Fitur di Aplikasi GrabMerchant hingga Dipakai di Thailand

Kisah Audry Nyonata, Engineer Lulusan ITB yang Kembangkan Fitur di Aplikasi GrabMerchant hingga Dipakai di Thailand

BrandzView
Cara Transfer Kuota Axis 2022 ke Sesama Axis dan Operator Lain

Cara Transfer Kuota Axis 2022 ke Sesama Axis dan Operator Lain

Spend Smart
Gandeng Microsoft, ROC9.id Bangun Ketahanan Digital yang Inklusif di Indonesia

Gandeng Microsoft, ROC9.id Bangun Ketahanan Digital yang Inklusif di Indonesia

Rilis
Jokowi Patok Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Depan 5,3 Persen

Jokowi Patok Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Depan 5,3 Persen

Whats New
Stabil, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini 0,5 Gram Hingga 1.000 Gram

Stabil, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini 0,5 Gram Hingga 1.000 Gram

Whats New
Pidato Jokowi: Belanja Negara Tahun Depan Rp 3.041 Triliun

Pidato Jokowi: Belanja Negara Tahun Depan Rp 3.041 Triliun

Whats New
Melecut Belanja Daerah untuk Pemulihan Ekonomi

Melecut Belanja Daerah untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Jokowi Tak Singgung Kenaikan Gaji PNS di Pidato Kenegaraan soal RAPBN 2023

Jokowi Tak Singgung Kenaikan Gaji PNS di Pidato Kenegaraan soal RAPBN 2023

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.