Kompas.com - 12/01/2015, 13:25 WIB
Setiap pemilik rumah tentu menginginkan pencahayaan ideal dan suhu ruangan yang nyaman. Kedua hal itu bisa didapatkan dengan memanfaatkan alat elektronik. Namun, pemilik rumah juga harus rela membayar listrik dengan mahal. www.shutterstock.comSetiap pemilik rumah tentu menginginkan pencahayaan ideal dan suhu ruangan yang nyaman. Kedua hal itu bisa didapatkan dengan memanfaatkan alat elektronik. Namun, pemilik rumah juga harus rela membayar listrik dengan mahal.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, penundaan adjustment tarif listrik bagi delapan golongan pelanggan dilatarbelakangi kondisi masyarakat. Namun begitu, Sudirman menegaskan penaikan tarif listrik hanya menunggu waktu yang tepat.

“Jadi, PLN itu karena situasi masyarakat usul supaya golongan (yang mau dinaikkan tarifnya), itu tidak dinaikkan dulu. Karena mungkin hanya masalah timing (tapi pasti dinaikkan),” ujar Sudirman, di kantornya, Senin (12/1/2015).

Sudirman memastikan, penundaan adjustment tarif listrik tersebut tentu akan memberikan tambahan beban subsidi listrik dalam APBN. Oleh sebab itu, rencana pemerintah untuk menunda adjustment tarif juga harus berkonsultasi dengan parlemen. Sayangnya, Sudirman tidak menjelaskan rinci terkait tambahan beban subsidi listrik tersebut.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengajukan penundaan tarif listrik penyesuaian untuk dua dari 12 golongan pelanggan yang sedianya diberlakukan mulai 1 Januari 2015 kepada pemerintah. Adapun alasan penundaan adalah mempertimbangkan daya beli kedua golongan pelanggan tersebut.

Dengan penundaan itu, maka pelanggan rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA masih memakai tarif nonsubsidi pada November 2014 sebesar Rp1.352 per kWh. Padahal, semestinya, kedua golongan tersebut dikenakan tarif nonsubsidi pada Januari 2015 yang ditetapkan PLN lebih tinggi sebesar Rp1.496,05 per kWh.

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 31 Tahun 2014, mulai 1 Januari 2015, pemerintah menambah delapan golongan lagi, sehingga menjadi 12 golongan yang dikenakan skema adjustment tariff. Ke-8 golongan tersebut adalah rumah tangga R1 1.300 VA, rumah tangga R1 2.200 VA, rumah tangga R2 3.500-5.500 VA, industri menengah I3 di atas 200 kVA, penerangan jalan umum P3, pemerintah P2 di atas 200 kVA, industri besar I4 di atas 30.000 kVA, dan pelanggan layanan khusus. (baca: Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Listrik )Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.