Kompas.com - 15/01/2015, 14:35 WIB
Sejumlah taksi yang sedang menunggu penumpang di kawasan Jalan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2013). Alsadad RudiSejumlah taksi yang sedang menunggu penumpang di kawasan Jalan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2013).
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com —
PT Blue Bird Tbk (BIRD) kembali tersandung masalah hukum. Kali ini, "Si Burung Biru" didugat oleh Lani Wibowo dan Elliana Wibowo.  

Adapun pihak tergugat adalah BGB sebagai tergugat I, Purnomo Prawiro Mangkusudjono dalam kapasitasnya sebagai Direktur BGB sebagai tergugat II, lalu dua komisaris BGB sebagai tergugat III dan tergugat IV. Beberapa pihak lain pun turut tergugat, di antaranya Dudung Abdul Latief (turut tergugat I), Mintarsih Latief (turut tergugat II), PT Big Bird Pusaka (turut tergugat III), dan PT Blue Bird Tbk (turut tergugat IV). 

Direktur Utama Blue Bird Purnomo Prawiro mengemukakan, pihaknya telah menerima gugatan hukum dari Lani dan Elliana Wibowo tertanggal 3 Desember 2014. Penggugat bersikeras bahwa mereka sah secara hukum sebagai pemegang masing-masing 328 saham dan 1.148 saham PT Big Bird (BGB), perusahaan yang terafiliasi dengan BIRD.

Para penggugat menuntut tergugat I mencatatkan nama para penggugat sebagai pemegang saham dalam daftar pemegang saham BGB. Para penggugat juga meminta kepada majelis hakim menyatakan tergugat II, tergugat III, dan tergugat IV telah melakukan kelalaian berat dan perbuatan melawan hukum.

Lani dan Elliana juga menggugat para tergugat membayar ganti rugi secara tanggung renteng. Total kerugian materiil yang diminta sebesar Rp 903,16 miliar dan kerugian non-materiil sebesar Rp 301,05 miliar sehingga total nilai kerugian mencapai Rp 1,2 triliun. 

Para penggugat ini juga menuntut dilakukannya sita jaminan atas tanah dan bangunan di beberapa lokasi, seperti di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Menteng, Jakarta Pusat, Cipete, Jakarta Selatan, dan Jalan Darmawangsa, Jakarta Selatan. 

Gugatan lain adalah menghukum para tergugat secara tanggung renteng membayar uang paksa sebesar Rp 50 juta setiap hari keterlambatan pelaksanaan seluruh isi putusan dalam perkara a quo, terhitung putusan mempunyai kekuatan hukum tetap.

Kendati mendapat gugatan hukum, saham operator taksi ini menguat. Pada akhir penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, harga saham BIRD menguat tipis 0,23 persen menjadi Rp 11.125 per saham.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.