Ombudsman Minta Jonan Perjelas Hubungan "Regulated Agents" dengan Badan Usaha Angkutan Udara

Kompas.com - 16/01/2015, 05:47 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonanseusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Perhubungan Ignasius Jonanseusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014).
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ombudsman RI meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk memperhatikan benar-benar standar keselamatan penerbangan dan kepentingan negara dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif demi peningkatan pertumbuhan ekonomi.

"Caranya, harus memperjelas hubungan antara Regulated Agent (RA) selaku pihak pemeriksa dengan Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) sebagai pengangkut kargo dan pos," kata Anggota Ombudsman RI Bidang Penyelesaian Laporan dan Pengaduan, Budi Santoso di Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Ia menjelaskan, hubungan RA dengan BUAU berkenaan dengan tanggung jawab terhadap hasil pemeriksaan kargo dan pos oleh RA yang kemudian diangkut oleh pesawat. "Kami rekomendasikan agar pemeriksaan kargo dan pos hanya dilakukan di lini satu atau setidaknya dilakukan dalam area terbatas di kawasan bandara," katanya.

Selain itu, menurut Budi, Menteri Perhubungan harus menetapkan batas atas tarif jasa pemeriksaan kargo dan pos yang dilakukan oleh RA berdasarkan perhitungan struktur biaya yang wajar dan jelas.

"Hal tersebut harus melibatkan dan memperhatikan pendapat para pemangku kepentingan demi mencegah ekonomi biaya tinggi," ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan pelaksanaan terhadap RA bisa melibatkan instansi kepolisian atau keamanan penerbangan (Aviation Security) yang memiliki kewenangan untuk menindak sesuai hukum yang berlaku apabila terjadi kelalaian dari pelaksanan kewajiban RA.

"Selain itu, harus memperbaiki kriteria perusahaan BUMN atau swasta yang mendapatkan izin sebagai RA sesuai dengan persyaratan keamanan internasional untuk penerbangan sipil sebagaimana diatur dalam International Civil Aviation Organization (ICAO)," kata Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.