Kompas.com - 21/01/2015, 06:25 WIB
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Maskapai AirAsia Indonesia mengaku kesulitan dalam menentukan ahli waris dari pemegang asuransi korban pesawat QZ8501 karena dibutuhkan data-data dokumen yang lengkap dari masing-masing keluarga korban.

"Saat ini menunggu kelengkapan dokumen keluarga penumpang, di dalam yang kenyataan kita hadapi tidak mudah untuk (pengecekan) dokumen," kata Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko usai rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Selasa.

Sunu menjelaskan penumpang yang menjadi korban, yakni tidak hanya satu orang, tetapi juga berkeluarga dalam pesawat tersebut, karena itu sulit menentukan ahli waris yang sah.

"Siapa ahli hak waris, menunggu kelengkapan dokumen, (kecelakaan) yang terjadi bukan satu dua penumpang, mereka beli berkeluarga, menimbulkan pertanyaan siapa hak waris yang sah," katanya.

Namun, maskapai dengan penerbangan berbiaya murah itu berjanji akan melunasi pembayaran klaim asuransi korban Pesawat QZ 8501 hingga tuntas sesuai permintaan keluarga korban.

Sunu mengatakan pihaknya akan melunasi klaim asuransi sebesar Rp1,25 miliar per penumpang sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 77 Tahun 2011.

"Saya sudah sampaikan bahwa AirAsia akan tunduk kepada Permen Nomor 77 Tahun 2011 terkait kompensasi Rp1,25 miliar," katanya.

Kendatipun, Sunu mengatakan pihaknya telah menyediakan dana kompensasi sebesar Rp300 juta sebagai pembayaran awal untuk keluarga korban yang belum ditemukan.

"Karena dampak dari insiden ini menjadikan mereka mengalami kesulitan keuangan. Kami menawarkan sejumlah uang tertentu untuk dapat diambil," katanya.

Ketika ditanya soal penetapan tarif batas bawah tiket pesawat 40 persen dari tarif batas atas, Sunu mengaku akan menuruti perintah tersebut..

"Kita mengikuti pemerintah karena kita dibina Kemenhub, kalau 'deadline' 30 Januari 2015, kita siap menjalankannya," katanya.

Namun, ia belum mau berkomentar banyak terkait bisnis ke depannya karena saat ini masih berfokus pada evakuasi dan pembayaran klaim asuransi keluarga korban.

"Saya belum fokus masalah bisnis, saya jujur masih urusi penumpang keluarga kami yang kesulitan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.