Kapal Vietnam Curi 2 Ton Sirip Hiu di Raja Ampat, Susi Geram

Kompas.com - 02/02/2015, 20:08 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram saat mendapati temuan sebuah kapal berbendera Vietnam tertangkap di perairan Raja Ampat, Papua Barat. Kapal tersebut bermuatan 2.000 kilogram atau 2 ton sirip ikan hiu.

Menurut Susi, kejadian tersebut merupakan sebuah bentuk pelanggaran atas kedaulatan Indonesia dan pelecehan kepedulian lingkungan Indonesia. Dia mengatakan, Pemerintah Indonesia telah membuat program konservasi di Raja Ampat untuk menjadikan wilayah itu sebagai lokasi wisata bahari.

"Orang Indonesia saja mau nangkep di sana takut-takut. Ini orang Vietnam nangkep di sana, seenaknya sendiri," kata Susi, Senin (2/2/2015).

Dia mengatakan, 2.000 kilogram sirip ikan hiu tersebut setara dengan 200 ton kilogram hiu, dengan asumsi bahwa satu kilogram sirip didapat dari ikan hiu berukuran 90-100 kilogram.

Selain satu kapal dari Vietnam tersebut, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menemukan kapal penangkap ikan di perairan Raja Ampat, baru-baru ini. "Namun, ini masih perlu verifikasi," ucap Susi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.