Kompas.com - 03/02/2015, 09:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, memiliki bank besar di tengah kompetisi regional sangat penting. Pasalnya, menurut Sofyan, saat ini perbankan Indonesia belum memenuhi syarat untuk berkembang sesuai dengan standar ASEAN.

Atas dasar itu, ia pun mendorong merger dua bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk. "Itu ide yang bagus. Karena kita perlu bank yang besar. Karena di ASEAN bank kita belum memenuhi syarat untuk berkembang sesuai standar ASEAN," ucap Sofyan ditemui usai rakor, Senin petang (2/2/2015).

Dia berharap, dengan adanya merger BNI-Mandiri tersebut, maka permodalan bank pelat merah itu memadai. Dengan permodalan memadai, diharapkan perekonomian Indonesia tumbuh paling besar di ASEAN.

"Sehingga punya bank yang relatif cukup besar, sehingga bisa berkiprah di kawasan ASEAN," kata Sofyan. Sebelumnya,

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro melempar wacana merger BNI-Mandiri, meskipun upaya tersebut diakuinya belum sanggup mengejar bank DBS asal Singapura. "Mandiri sama BNI di merger saja, tidak akan mengejar DBS. Tapi paling tidak mulai mendekati," kata Bambang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.