Kompas.com - 03/02/2015, 16:38 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
- Upaya PT Mandala Airlines untuk keluar dari jeratan pailit terancam batal. Calon investor yang berminat membeli Mandala dikabarkan menarik tawarannya setelah melihat kondisi keuangan internal perusahaan.

Hal ini ditegaskan oleh kuasa hukum PT Mandala Airlines, Zaky Tandjung seusai persidangan. Ia mengungkapkan salah satu investor tersebut merupakan salah satu perusahaan milik anak dari mantan pejabat negara. Namun, pihaknya menolak memberitahu langsung nama pemilik dari perusahaan tersebut.

"Alasan penarikan tawaran sudah jelas, kondisi perusahaan sudah babak belur dan tidak bisa diupayakan untuk beroperasi kembali," ujar Zaky, Senin (2/2/2015).

Kendati demikian, Ia mengaku heran ketika mengetahui ada salah satu calon investor yang ingin membeli Mandala. Pasalnya, perusahaan tersebut hanya menyertakan nominal Rp 0 tanpa disertai dengan rencana penyelesaian utang ketika menawar Mandala. Selain itu, terdapat perusahaan yang terafiliasi dengan salah satu pemegang saham juga berminat membeli Mandala dengan penawaran Rp 100.

Zaky menegaskan, setiap pihak yang berminat untuk mengambil alih Mandala setidaknya harus menyertakan juga proposal penyelesaian utang-utang Mandala dan rencana bisnis perusahaan yang jelas. Karena selama ini Ia merasa pihak-pihak yang berminat membeli Mandala, seperti yang selalu diungkapkan oleh salah satu komisaris PT Mandala Airlines, hanyalah isapan jempol.

"Kalau mereka datang ke persidangan sambil membawa sejumlah uang dan rencana penyelesaian utang Mandala, kami pasti pertimbangkan, meskipun tidak mampu membayar semua hutang. Selama ini mereka (komisaris) hanya bilang saja, tanpa ada bukti konkret," jelas Zaky.

Menurutnya, calon investor harus mampu menyiapkan dana segar bagi Mandala dan mampu merancang bisnis plan perusahaan secara rinci. Seperti bersedia menyelesaikan semua kewajiban Mandala yang tersendat atau membeli seluruh pesawat yang dimiliki atau dengan mendapatkan rute-rute penerbangan yang potensial.

Melalui surat edaran yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan pada bulan Desember 2014, maskapai penerbangan berjadwal diwajibkan untuk memenuhi ketentuan kepemilikan pesawat, yakni minimal lima unit dimiliki perusahaan dan lima pesawat sewa dari pihak ketiga. Batas waktu pemenuhan ketentuan kepemilikan pesawat ini terbuka hingga 30 Juni 2015.

"Kalau ada investor yang mau membeli tanpa ada rencana bisnis, bisa diartikan penawaran tersebut tidak jelas," tutur Zaky terkait investor dengan penawaran Rp 0.

Salah satu komisaris PT Mandala Airlines, Hariadi Supangkat membenarkan adanya calon pembeli dengan penawaran Rp 0 tersebut. Ia berdalih penawaran tersebut merupakan penawaran lama dan sudah tidak digunakan lagi.

"Iya (ada perusahaan yang membeli Mandala dengan Rp 0) tapi itu sudah tidak lagi. Itu sudah keterangan yang lama. Sudah ada yang baru. Artinya tidak Rp 0," jelas Hariadi kepada Kontan seusai persidangan.

Kendati dirinya telah mengungkapkan adanya calon investor baru, Hariadi masih enggan membeberkan nama perusahaan tersebut. "Nanti lihat saja di persidangan," ucapnya singkat.

Persidangan permohonan pailit dengan perkara nomor 48/Pdt.Sus/PAILIT/2014/PN.Niaga.Jkt.Pst ini akan dilanjutkan pada hari Kamis (5/2) dengan agenda kesimpulan. Pada Senin (9/2) minggu depan dijadwalkan majelis hakim sudah bisa mengambil keputusan. (Benedictus Bina Naratama)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang 'BUMN Legal Summit 2022', Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Jelang "BUMN Legal Summit 2022", Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Whats New
Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi 'Lifestyle Smart Retailer' Terbesar di Asteng

Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi "Lifestyle Smart Retailer" Terbesar di Asteng

Whats New
Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Whats New
Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Whats New
Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Whats New
[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

Whats New
Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Whats New
Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Rilis
Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Whats New
Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Whats New
APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

Whats New
Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Rilis
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Whats New
Erick Thohir Sebut Pertamina Belum Dapat Penugasan Naikkan Harga Pertalite

Erick Thohir Sebut Pertamina Belum Dapat Penugasan Naikkan Harga Pertalite

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.