Ditanya Soal Merger dengan BNI, Dirut Bank Mandiri Pilih Fokus Perjuangkan Suntikan

Kompas.com - 03/02/2015, 22:12 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri yang baru Budi Gunadi Sadikin (kanan) berbincang dengan mantan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (2/4/2013). RUPS Tahunan Bank Mandiri menyetujui pembayaran dividen sebesar 30 persen dari lama bersih 2012 atau sebesar Rp. 4,65 triliun (199,33 per lembar saham). 
KOMPAS/PRIYOMBODODirektur Utama Bank Mandiri yang baru Budi Gunadi Sadikin (kanan) berbincang dengan mantan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (2/4/2013). RUPS Tahunan Bank Mandiri menyetujui pembayaran dividen sebesar 30 persen dari lama bersih 2012 atau sebesar Rp. 4,65 triliun (199,33 per lembar saham).
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
- Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Budi Gunadi Sadikin enggan berkomentar banyak terkait merger dengan PT BNI (Persero) Tbk. Bagi Budi, saat ini yang paling krusial untuk diurus adalah mendapatkan suntikan dari negara yang diusulkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2015 sebesar Rp 5,6 triliun.

Budi juga mengatakan, wacana merger dengan BNI adalah lagu lama, dan kecil kemungkinannya akan terealisasi dalam waktu dekat.

"Kita lagi sibuk ngurus PMN (Penyertaan Modal Negara). Konsentrasi di sini dulu. Belum kepikiran soal itu (merger), bener. Kok ada berita seperti itu, (kita) sibuk ngurusin ini (PMN)," kata Budi ditemui di gedung parlemen, Jakarta, Sekasa (3/2/2015).

"Enggak lah (dalam waktu dekat). Aku rasa beresin PMN ini dulu deh. Kebanyakan topik baru, belum tentu selesai," imbuh Budi.

Budi pun mengaku tidak tahu-menahu siapa yang melempar isu merger tersebut. Budi sendiri lebih memilih menguras tenaga untuk sesuatu yang riil.

"Kami yang riil-riil aja lah. PMN aja belum selesai. Itu kan masih usulan ke pemerintah, masih harus ke DPR lagi, masih panjang lah," jelas Budi ditanya kemungkinan realisasi merger.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.