Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penempatan Saham Siloam, LPKR Raup Rp 1,14 Triliun

Kompas.com - 09/02/2015, 07:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) meraup dana Rp 1,14 triliun dari penempatan saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) sebanyak 92,8 juta saham.  dengan nilai Rp 12.250 per saham. Harga lebih rendah alias mendapat diskon 8,2 persen  dari harga penutupan saham pada Kamis, (5/2/2015) sebesar Rp 13.350 per saham. 

"Kesuksesan penempatan saham oleh LPKR ini akan meningkatkan saham beredar dari Siloam dari 21,2 persen menjadi 29,2 persen, sehingga memperluas basis pemegang saham perusahaan, yang akan lebih meningkatkan likuiditas saham Siloam," sebut Presdir LPKR Ketut B. Wijaja dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Penempatan saham ini merupakan 8 persen dari total saham beredar Siloam. Sebelumnya LPKR secara efektif memiliki 78,8 persen saham Siloam melalui berbagai anak perusahaan. Setelah penempatan, LPKR secara efektif memiliki 70,8 persen saham Siloam. Saham tersebut dijual oleh PT Kalimaya Pundi Bumi dan PT Safira Prima Utama, kedua anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh LPKR.
 
Ketut menyebutkan, LPKR bermaksud untuk tetap menjadi pemegang saham mayoritas Siloam yang senantiasa memperkuat dan mengembangkan posisinya yang terdepan di pasar kesehatan Indonesia.
 
"Penempatan ini menegaskan minat yang kuat terhadap Siloam sebagai perusahaan yang senantiasa memperluas jaringan rumah sakit secara nasional," sebutnya.

Saat ini Siloam mengoperasikan 20 rumah sakit yang terletak di 15 kota dan pada 2017 diproyeksikan untuk mengoperasikan lebih dari 50 rumah sakit di lebih dari 30 kota dan kabupaten di seluruh kepulauan Indonesia.
 
Dana hasil penempatan ini akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek rumah sakit serta bisnis property yang terkait rumah sakit perusahaan.
 
Credit Suisse bertindak sebagai bookrunner tunggal untuk LPKR dalam penempatan saham ini.
 
LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 25,5 triliun atau 2 miliar dollar AS per 5 Februari 2015.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com