Lagi, Jonan Banding-bandingkan Angkutan Udara dan Kereta Api

Kompas.com - 09/02/2015, 14:21 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan diwawancarai seusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014). Rapat koordinasi ini melibatkan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Koordinator Kemaritiman. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Menteri Perhubungan Ignasius Jonan diwawancarai seusai mengikuti rapat koordinasi dua kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014). Rapat koordinasi ini melibatkan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Koordinator Kemaritiman.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan lagi-lagi membandingkan sektor transportasi udara dengan kereta api. Bahkan, kali ini, Jonan menyindir industri penerbangan nasional layaknya angkutan "main-main" jika dibandingkan dengan KAI.

"Lalu jumlah angkutan udara kita tahun lalu 94 juta penumpang dan kargo 900.000-an ton. Kereta Api Indonesia (KAI) itu satu operator penumpangnya 300 juta lebih, angkutan barangnya 20 juta ton. Ini kalau 900.000 ton, ini namanya angkutan 'main-main'," ujar Jonan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (9/2/2015).

Meski menyindir, Jonan tetap mengakui bahwa industri penerbangan terdiri dari banyak operator. Hal itu, kata dia, yang menjadi pembeda dengan kereta api, yang operatornya hanya satu, yaitu PT KAI. Bagi Jonan, industri penerbangan merupakan industri yang tak boleh melakukan kegagalan dalam hal keselamatan. Oleh karena itu, ia meminta agar semua pemangku kepentingan penerbangan nasional ikut bersatu memperbaiki sistem saat ini.

"Kalau di kereta api, (angkut 900.000 ton barang itu) namanya angkutan 2 minggu. Itu ringan kalau cuma 900.000-an ton. Jadi malah cuma 7 hari kerja," kata dia.

Selain soal keselamatan, Jonan juga menyinggung sistem teknologi dan penjualan tiket dalam industri penerbangan. Menurut Jonan, praktik percaloan di bandara sudah sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, Jonan menyebut calo tiket di bandara sudah sangat "bising". Hal itu membuat masyarakat banyak mengajukan aduan kepada Kementerian Perhubungan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.