Kompas.com - 16/02/2015, 09:39 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja menjual sebagian kepemilikan sahamnya di bank yang ia komandani.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, pada Jumat (13/2/2015) pekan lalu, Jahja menjual sebanyak 200.000 unit saham BBCA. Dengan harga jual senilai Rp 14.225 per saham, dana hasil penjualan saham itu mencapai Rp 2,85 miliar.

Transaksi penjualan saham berlangsung Jumat. Harga jual itu lebih tinggi 1,43 persen dibandingkan harga penutupan saham BBCA pada pekan lalu senilai Rp 14.025 per saham. Namun tidak dijelaskan ke pihak mana Jahja menjual kepemilikannya.

Pasca menjual saham tersebut, porsi kepemilikan Jahja di BBCA tersisa 8,62 juta unit saham. Per 30 September 2014 RTI mencatat, Jahja menguasai 9,12 juta unit saham BBCA.

Jika mengacu data itu, maka dalam kurun waktu empat bulan, Jahja telah menjual sebanyak 500.000 unit saham BBCA.

Dengan asumsi saham nya dijual dengan harga rata-rata Rp 14.000 per saham, Jahja memperoleh total dana segar dari hasil penjualan saham sekitar Rp 7 miliar. (Sandy Baskoro)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.