Kompas.com - 17/02/2015, 19:57 WIB
Sejumlah wisatawan asing tiba di Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan kapal pesiar MV Sea Princes, Senin (11/8/2014). Sebanyak 1900 wisatawan asing dari Singapura melakukan perjalanan ke Indonesia meliputi Lombok, Makassar, Semarang, dan Bali. TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTYAWANSejumlah wisatawan asing tiba di Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan kapal pesiar MV Sea Princes, Senin (11/8/2014). Sebanyak 1900 wisatawan asing dari Singapura melakukan perjalanan ke Indonesia meliputi Lombok, Makassar, Semarang, dan Bali.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Perguruan tinggi menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata. Catatan itu mengemuka saat pergelaran sosialisasi bertajuk "Gerakan Muda Sadar Wisata untuk Meningkatkan Kepedulian Program Pesona Indonesia (Wonderful Indonesia)". Sosialisasi itu sendiri sekaligus menjadi bagian dari peringatan ulang tahun ke-30 Yayasan Pendidikan Bunda Mulia pada Kamis pekan lalu di The UBM Grand Auditorium Universitas Bunda Mulia (UBM). Pihak UBM bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata.

Catatan Kementerian Pariwisata sebagaimana dipaparkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kesempatan itu menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Pariwisata sampai dengan 2019 akan meningkat dari empat ke delapan persen. Target devisa mencapai 20 miliar dollar AS.

Lalu, pada periode tersebut, jumlah wisatawan mancanegara bisa meningkat menjadi 20 juta orang. Sementara, target wisatawan lokal atau nusantara mencapai 275 juta orang. Peringkat daya saing pariwisata Indonesia pun dipatok menyentuh posisi 30.

Sementara itu, proyeksi Kementerian Pariwisata untuk tahun ini menunjukkan target perolehan devisa besarnya 12 miliar dollar AS. Kemudian, target wisatawan mancanegara menyentuh angka 12 juta orang.

Pada 2014, target wisatawan mancanegara besarnya 10 juta orang. Sementara, target perolehan devisa ada di angka Rp 10 miliar dollar AS.

Dari data Badan Pusat Statistik terdapat angka-angka jumlah kedatangan wisatawan mancanegara pada periode 2010-2014. Berturut-turut, pada 2010 ada 7 juta wisatawan mancanegara yang melancong ke Indonesia. Berikutnya, pada 2011, jumlah tadi meningkat menjadi 7,65 juta orang. Pada 2012, angkanya menjadi 8,04 juta orang. Berlanjut pada 2013, jumlahnya berada di posisi 8,8 juta orang. Pada 2014, terealisasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 9,44 juta orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

UBM konsisten

ubminfo Universitas Bunda Mulia

Arief Yahya yang dalam kesempatan itu didampingi oleh Pendiri Yayasan Pendidikan Bunda Mulia Djoko Susanto mengatakan target tersebut membutuhkan strategi baru agar bisa terwujud. Salah satunya strategi pemasaran dengan promosi dan pencitraan (branding) terfokus. Enjoy Jakarta sebagai branding destinasi Jakarta dapat ditampilkan dengan mencantumkan Enjoy Jakarta by Pesona Indonesia begitu pula branding tematik Great Shopping is Wonderful  Indonesia.

Sementara itu, pada pemaparan program kerja 100 hari Kementerian Pariwisata tercatat peluncuran tiga program pemasaran pariwisata yakni Wonderful Indonesia, e-tourism, dan konten promosi pariwisata Indonesia.  

Pada bagian berikutnya, menurut Djoko Susanto, pihaknya mendukung program pemerintah melalui kementerian tersebut. Akademi Pariwisata dan UBM, misalnya, konsisten menggelar pemutaran film berikut bedah film dan diskusi para pelaku industri film. Kedua lembaga itu juga menyelenggarakan kompetisi pemutaran film pendek bertema memajukan pariwisata di daerah.

Tak cuma itu, penyelenggaraan lomba penulisan, fotografi, debat bertema pariwisata juga menjadi agenda. Beberapa kegiatan tersebut sudah berjalan sejak 2010 hingga kini.

 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.