UU Sumber Daya Air Dibatalkan MK, Ini Komentar Aqua Danone

Kompas.com - 19/02/2015, 10:58 WIB
Ilustrasi KONTAN/CHEPPY A MUCHLISIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Mahkamah Konstitusi membatalkan seluruh isi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA). Salah satu implikasinya adalah tidak jelasnya payung hukum bagi industri air minum dalam kemasan.

Menanggapi keputusan tersebut, Direktur PT Tirta Investama selaku pemilik merek Aqua Danone, Troy Pantouw, menuturkan, pihaknya masih mengkaji berbagai kemungkinan atas keputusan MK tersebut.

"Kami sebagai perusahaan yang ada di Indonesia akan mengikuti semua keputusan yang mengikat. Kami juga akan segera berkoordinasi dengan Aspadin (Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia) untuk membahas berbagai kemungkinan ke depan atas keputusan tersebut," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2015).

Menurut dia, bisnis air minum dalam kemasan sejauh ini mampu berkontribusi terhadap perekonomian dan bisa menyediakan air minum yang higienis bagi masyarakat. "Kami juga ingin mendorong air minum dalam kemasan bisa masuk dalam daftar sembilan bahan pokok," lanjut dia.

Aqua Danone merupakan salah satu penguasa pasar air minum dalam kemasan di Indonesia. Perseroan yang sahamnya dikendalikan oleh perusahaan berbasis di Perancis ini hingga sekarang memiliki karyawan sekitar 12.000 orang.

"Di perusahaan kami sendiri mempekerjakan 12.000 orang karyawan dan memiliki multiplier effect hingga 3-4 kali, mulai dari keluarga hingga ke tingkat distributor. Bagaimanapun, kami berharap agar bisnis air minum ini bisa berkembang ke depannya," ujar dia.

Sebelumnya, MK menilai bahwa UU SDA tidak memenuhi enam prinsip dasar pembatasan pengelolaan sumber daya air sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Perkara ini diajukan oleh PP Muhammadiyah, Perkumpulan Vanaprastha, dan beberapa pemohon perseorangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mahkamah berpendapat bahwa sumber daya air merupakan bagian dari hak asasi manusia yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

"Sumber daya air mempunyai andil penting bagi kemajuan kehidupan manusia serta menjadi faktor penting bagi manusia untuk dapat hidup layak," kata hakim konstitusi Anwar Usman dalam membacakan pendapat MK.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.